Ringkasan Berita:
- Di tengah tren penggunaan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) yang terus meningkat, muncul pertanyaan mengenai keamanan mobil listrik saat digunakan dalam kondisi hujan deras maupun banjir
- Pengguna kendaraan listrik tetap perlu memahami batasan kendaraan dan menerapkan cara berkendara yang aman saat melintasi jalan tergenang
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hujan dengan intensitas tinggi masih kerap melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Pada Senin (12/1/2026), hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak pagi memicu genangan hingga banjir di sejumlah ruas jalan.
Di tengah tren penggunaan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) yang terus meningkat, muncul pertanyaan mengenai keamanan mobil listrik saat digunakan dalam kondisi hujan deras maupun banjir.
Baca juga: Mobil Listrik Tetap Aman Melintas Genangan Banjir, Hujan Deras pun Disebut Tak Jadi Halangan
Ketua Umum Komunitas Kendaraan Listrik (Koleksi) Arwani Hidayat mengatakan, kendaraan listrik pada dasarnya telah dirancang dengan standar keselamatan tinggi, termasuk perlindungan terhadap air dan debu.
"Di EV, motor disupply dari baterai ke inverter dan langsung menuju motor untuk menggerakkan roda. Semua komponan tersebut rapat terseal dengan rating IP67 yang artinya kedap air," tutur Arwani kepada Tribunnews.com, Senin (12/1/2026).
Meski demikian, pengguna tetap perlu memahami batasan kendaraan dan menerapkan cara berkendara yang aman saat melintasi jalan tergenang.
Oleh karena itu, Koleksi membagikan beberapa tips aman berkendara dengan mobil listrik dikala hujan dan banjir sesuai dari pengalaman komunitas.
"Yang pertama adalah selalu update dengan kondisi jalan yang akan dilewati," ucap Arwani. Dengan mengetahui titik-titik genangan atau banjir, pengemudi dapat menentukan rute alternatif yang lebih aman.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memastikan kondisi kendaraan sebelum berkendara di tengah hujan. Menurutnya, seluruh bagian seal atau karet pada pintu dan bagasi, serta sela-sela lubang penghubung kabel atau jaringan listrik, harus tertutup rapat.
"Tips kedua, pastikan kondisi EV seal atau karet pintu dan bagasi maupun sela-sela lubang penghubung kabel atau jaringan tertutup rapi (sealed), sehingga tidak ada air yang masuk saat menerobos genangan air banjir yang melebihi setengah ban," jelasnya.
Ketiga, saat harus melintasi genangan, Arwani meminta pengemudi tetap tenang dan fokus. Pengendara perlu memperhatikan kendaraan di depan dan memantau kedalaman air.
"Jika genangan semakin dalam, cari lokasi yang lebih tinggi untuk menepi. Ukuran ban dan ground clearance mobil berbeda-beda, pahami ketinggian ban dan ground clearance mobil yang dikendarai," kata Arwani.
Arwani menambahkan, pengguna EV tidak perlu bersikap nekat saat menghadapi banjir. Meski kendaraan listrik umumnya telah memiliki standar proteksi terhadap air dan debu, termasuk rating IP67 untuk arus listrik besar, mobil listrik bukanlah kendaraan amfibi.
"Terakhir, jangan gagah-gagahan menerobos genangan air yang dalam. EV meski sudah mendapatkan standar proteksi keamanan atas air dan debu dengan rating IP67 untuk arus listrik besar, tetap bukanlah kendaraan amphibi. Banyak komponen elektrik lain dan modul yang berasal dari aki 12V yang rentang konslet. Jadi tetap waspada," imbuhnya.
Baca tanpa iklan