Ringkasan Berita:
- Kompetisi bisnis ban di Indonesia semakin ketat dengan masuknya pemain China, Sailun Group yang mengoperasikan pabrik ban di Jawa Tengah berkapasitas 1,5 juta unit per tahun.
- Pasar ban di Indonesia sangat besar, untuk kebutuhan ban replacement (penggantian ban yang sudah aus) di luar kebutuhan di segmen OEM saja mencapai 27 juta unit per tahun.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kompetisi ban untuk OEM (original equipment manufacturer) atau komponen bawaan pabrik di industri otomotif roda empat Tanah Air semakin ketat dengan telah beroperasinya pabrik ban baru PT Sailun Tire Indonesia di Demak, Jawa Tengah.
Pabrik yang dibangun dengan investasi 251,44 juta dolar AS ini memproduksi ban radial untuk kendaraan penumpang (PCR), bus dan truk (TBR), serta alat berat (OTR).
Pada fase awal, pabrik ditargetkan memiliki kapasitas produksi tahunan hingga 3,6 juta ban PCR, 600 ribu ban TBR, dan 37.000 ton ban OTR. Selain memenuhi kebutuhan domestik, fasilitas ini juga dirancang sebagai basis ekspor untuk kawasan Asia Pasifik.
Baca juga: China Makin Ekspansif, Sailun Investasi 251 Juta Dolar Bangun Pabrik Ban Radial di Demak Jateng
Untuk segmen kebutuhan ban OEM (ban bawaan pabrik mobil), Sailun memasok ban untuk kebutuhan beberapa model mobil listrk Vinfast dan mobil Chery yang diproduksi dan dipasarkan di Indonesia.
"Untuk VinFast, model VF5 dan VF5 mulai Februari 2026 akan pakai ban produksi kita. Chery juga sudah menjajaki untuk model Tiggo 7 dan 8 CSH. Chery sudah melakukan audit ke pabrik kami dan hasilnya mereka puas," ungkap Eko Supriyatin, PCR/TBR Director PT Sailun Tire Indonesia dikutip Senin, 19 Januari 2026.
"Kita sudah suplai ke Vinfast mulai September kemarin dan akan segera kita pasok ke Chery dan beberapa pabrikan untuk kebutuhan aftersales. Nissan dan Isuzu yang sudah menjajaki dengan kami," kata Eko.
Untuk Isuzu, Sailun menjajaki kerjasama pemasokan ban untuk kebutuhan replacement (penggantian ban baru) di aftersales diler Isuzu di Indonesia.
"Untuk ban OEM Isuzu mereka pakai ban dari pemasok yang sudah ada, tapi untuk aftersales, diler diler Isuzu menyiapkan ban yang sesuai kebutuhan konsumennya," ungkap Eko.
VinFast merupakan perusahaan otomotif asal Vietnam yang berinvestasi dengan fasilitas perakitan di Indonesia. Sementara, Chery merupakan pabrikan otomotif asal China yang penjualannya naik pesat.
Chery menjual 19.391 unit kendaraan secara wholesales selama 2025 berdasar data Gaikindo.
Eko mengatakan, di China, ban Sailun sudah digunakan oleh lebih banyak pabrikan otomotif seperti BYD, Jetour, Chery, Baic, hingga Volkswagen.
Bahan baku lokal? Kami pasti akan gunakan bahan baku lokal. Tidak hanya dari karet saja tapi juga bahan baku lain.
Bahan Baku Lokal
Eko menambahkan, secara bertahap perusahaannya menggunakan bahan baku lokal untuk produksi ban. Bahan baku lokal yang sudah dipakai diantaranya bahan baku benang dan kawat.
"Untuk bahan baku karet kita masih analisa kualitas sesuai kebutuhan kami," ungkap Eko.
Di pasar ban lokal, Eko mengatakan pihaknya menggarap kebutuhan ban untuk semua segmen replacement maupun OEM baik kendaraan penumpang hingga niaga termasuk ban untuk kebutuhan segmen tertentu seperti armada tambang dan perkebunan.
"Kami garap segmen general hingga premium. Model premium EcoPoint3 akan segera masuk dalam waktu dekat yang di China penjualannya sangat bagus. Sebentar lagi ban ini masuk ke Vietnam dan Indonesia," beber Eko.
Karakter ban EcoPoint3 ini adalah punya daya cengkeram tinggi, jarak pengereman pendek dan rolling resistance rendah. Hasil pengujian di Eropa ban ini raih peringkat AA. "Ban ini akan masuk ke Indonesia dengan harga kompetitif," janji Eko.
Dia menambahkan, kebutuhan ban baru untuk penggantian ban yang sudah aus karena pemakaian oleh pemilik kendaraan di Indonesia terbilang sangat tinggi. "Kebutuhan ban replacement di Indonesia mencapai 27 juta unit per tahun," kata Eko. (fin)
Baca tanpa iklan