News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program MBG Picu Penjualan Motor hingga 4,9 Juta Unit

Editor: Dodi Esvandi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dalam Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Jumat (13/2/2026). Dadan mengungkapkan bahwa hadirnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah telah menciptakan lapangan kerja baru dengan daya beli yang solid.

Ringkasan Berita:

  • Program MBG mendorong penjualan kendaraan bermotor, dengan data menunjukkan penjualan sepeda motor mencapai 4,9 juta unit pada 2025. 
  • Sektor otomotif roda empat ikut terdongkrak, karena kebutuhan operasional SPPG membuat permintaan mobil tertentu melonjak hingga puluhan ribu unit.
  • Efek berantai MBG juga terasa di sektor pangan dan peternakan, mulai dari petani hidroponik yang omzetnya naik 100 persen, hingga peternak susu di Boyolali dan Bandung yang memperluas produksi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Siapa sangka piring makan siang gratis bisa berujung pada deru mesin sepeda motor di jalanan? 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah ternyata memicu efek domino yang tak terduga, salah satunya mendorong lonjakan penjualan kendaraan bermotor hingga jutaan unit sepanjang 2025.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa hadirnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah telah menciptakan lapangan kerja baru dengan daya beli yang solid.

"Data dari salah satu pemegang merek menunjukkan penjualan motor mencapai 4,9 juta unit pada 2025, dan ini terdongkrak oleh program MBG. Laporan yang saya terima, sekitar 60 persen pegawai di SPPG sekarang mampu membeli motor baru," ujar Dadan dalam Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Disebut Kepala BGN, Daihatsu Akui Penjualan Grand Max Naik karena Ada Efek MBG

Dari Mobil Operasional hingga Mobil "Langka"

Dampak otomotif tak berhenti di roda dua. 

Kebutuhan operasional unit pelayanan gizi juga membuat permintaan mobil bak terbuka atau niaga melonjak tajam.

Dadan menyebutkan, satu unit pelayanan membutuhkan setidaknya dua mobil operasional. 

Dengan target sekitar 23.000 SPPG, maka ada permintaan baru sebanyak 46.000 unit mobil di pasar. 

"Beberapa merek yang sebelumnya kurang diminati, kini justru jadi rebutan dan sulit dicari karena populernya kebutuhan ini," tambahnya.

Selain otomotif, program MBG menjadi "malaikat penolong" bagi sektor UMKM dan pertanian:

  • Petani Hidroponik: Mengalami lonjakan omzet hingga 100 persen karena menjadi pemasok bahan baku segar.
  • Industri Tahu: Dadan menceritakan adanya pengusaha tahu yang hampir bangkrut namun kini bangkit kembali berkat kepastian serapan pasar dari program ini.
  • Peternak Susu: Di Boyolali dan Bandung, para peternak kini mulai berinvestasi pada teknologi pasteurisasi dan cold storage. Maklum, satu unit pelayanan gizi membutuhkan setidaknya 450 liter susu segar setiap harinya.

"Program MBG tidak hanya menyasar perbaikan gizi, tapi terbukti menjadi mesin penggerak ekonomi lintas sektor, mulai dari otomotif, pertanian, hingga industri pengolahan," pungkas Dadan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini