Parapuan.co - Apakah Kawan Puan termasuk orang yang menginginkan punya anak kembar seperti penyanyi Aurel Hermansyah?
Baru-baru ini terungkap Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar sudah berdiskusi dengan dokter kandungan terkait keinginan mereka punya anak kembar.
Jika Kawan Puan juga ingin, sebelum itu kamu perlu mengenali dulu risiko apa yang mengikuti dari kehamilan anak kembar. Pasalnya bisa prematur hingga darah tinggi.
Baca Juga: Umumkan Kehamilan Kedua pada Baim Wong, Paula Verhoeven Sewa Bioskop
Sayangnya, tidak semua orang yang ingin memiliki anak kembar menyadari sederet risiko yang mengikutinya ini di awal.
Apalagi, tidak semua orang punya kesempatan untuk memiliki anak kembar. Beberapa faktor yang memengaruhinya antara lain genetik, kondisi fisik ibu, dan usia ibu.
Nah, melansir dari Nakita.id, PARAPUAN telah merangkum untukmu risiko dari kehamilan anak kembar yang mungkin terjadi. Simak, ya!
1. Kelahiran prematur
Hanya 40 persen dari kehamilan kembar yang dapat berjalan hingga akhir waktu kehamilan.
Perlu diketahui bahwa rata-rata ibu hamil kembar melahirkan prematur yaitu pada minggu ke-35.
Sedangkan, kelahiran bayi kembar sendiri baru dapat diprediksi sekitar setelah 20 minggu dan sebelum 37 minggu.
2. Hyperemesis gravidarum
Hyperemesis gravidarum adalah kondisi ketika ibu hamil mengalami mual dan muntah yang tidak biasa, melebihi morning sickness.
Kondisi mual dan muntah yang hebat ini akan terasa sangat mengganggu, dan jika semakin parah mungkin ibu harus dirawat di rumah sakit.
Baca Juga: Dinda Hauw Positif Covid-19, Ini Risiko yang Terjadi Saat Ibu Hamil Positif Corona
Selain itu, ibu mungkin juga bisa kehilangan berat badan sekitar lima persen karena kondisi ini.
3. Diabetes gestasional
Diabetes gestasional adalah penyakit diabetes yang muncul saat kehamilan dengan ditandai kadar gula darah yang tidak stabil.
Pada kehamilan tunggal, penyakit ini memang bisa terjadi. Akan tetapi, kemungkinannya hanya sekitar 5 persen saja.
Sedangkan pada kehamilan kembar, risiko terkena diabetes gestasional seketika menjadi lebih besar dua kali lipat.
4. Darah tinggi
Sekitar 37 persen ibu yang mengalami kehamilan kembar mengalami tekanan darah tinggi yang disebut pregnancy-induced hypertension (PIH).
Tidak main-main, angka ini bahkan lebih tinggi 3-4 kali dibandingkan kehamilan tunggal.
Kondisi ini tidak boleh diremehkan sebab dapat membahayakan ibu maupun bayi dengan risiko kelahiran prematur, gangguan pertumbuhan, serta lahir dalam keadaan meninggal.
Baca Juga: Sering Dialami Ibu Hamil, Ternyata Begini Cara Sederhana Cegah Flek Hitam di Kulit
5. Preeklamsia
Preeklamsia adalah kondisi ketika ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi disertai dengan kadar protein dalam urin yang juga tinggi.
Beberapa gejala preeklamsia di antaranya adalah bengkak, sakit kepala akut, serta kenaikan berat badan yang cepat.
Satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan melahirkan janin demi menghindari risiko ibu mengalami kejang yang membahayakan. (*)
Baca tanpa iklan