News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Puan Talks: Mengenal Profesi Doula dan Kemampuan yang Dibutukan

Penulis: Yuniar Tini
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Parapuan Foto 2022-01-21 20:00:52

Parapuan.co - Kawan Puan, apakah kamu tertarik menekuni profesi sebagai doula yang bertugas menemani ibu hamil menjalani proses persalinan?

Doula adalah seseorang yang akan mendampingi ibu hamil saat proses persalinan tiba, namun tidak melakukan tindakan medis.

Tugas doula adalah mendampingi sambil memberikan afirmasi positif pada ibu yang akan segera melahirkan.

Doula berasal dari bahasa Yunani yang berarti pendamping perempuan.

Baca Juga: Masih Belum Populer, Ini Profesi Doula yang Disebut Jadi Pendamping Ibu Hamil

 

Dalam acara Puan Talks: Mengenal Doula sebagai Sumber Kekuatan para Ibu, di Instagram Live @cerita_parapuan, Kamis, (20/1/2022), banyak dibahas hal terkait profesi ini.

Hadir dalam acara tersebut, seorang perempuan yang berkarier sebagai doula, yakni Ashtra Dymach.

Ashtra Dymach adalah seorang PPD (Postpartum Depression) survivor yang kini menjadi seorang doula.

Ashtra banyak menjelaskan tentang apa itu doula, serta sikap yang perlu Kawan Puan miliki jika ingin berkarier di profesi tersebut.

"Tugasku di-training untuk mendampingi perempuan dalam masa kehamilan, persalinan, dan juga masa sesudah melahirkan," jelasnya dalam Instagram live PARAPUAN.

Bukan cuma mendampingi, doula juga bertugas memberikan dukungan secara fisik, emosional, spiritual, mental, dan informasi-informasi mengenai medis.

Akan tetapi, doula tidak memberikan tindakan medis seperti dokter maupun bidan.

Profesi doula ini hadir seiring dengan adanya penelitian yang menemukan fakta bahwa saat adanya pendampingan terus-menerus saat hamil hingga melahirkan, ibu akan mendapatkan kehamilan, melahirkan, dan postpartum yang lebih nyaman.

Baca Juga: Bumil Wajib Tahu! Lancarkan Persalinan, Ini Perbedaan Doula dan Bidan

 

"Menurut WHO, kalau kamu menggunakan doula, persalinan kamu akan lebih memuaskan, dan masa postpartum, ketika akan mendapatkan PPD lebih menurun," ungkapnya. 

Meski bertugas mendampingi, namun bukan berarti doula menggantikan peran suami atau keluarga untuk mendampingi ibu melahirkan.

Kehadiran doula adalah dapat melengkapi dukungan fisik dan emosional untuk calon ibu setelah mendapat dukungan dari pasangan dan keluarga.

Melihat peluang tersebut, kebutuhan akan doula pun secara perlahan terus tumbuh.

Bisa jadi, bagi Kawan Puan yang memiliki ketertarikan serta kepedulian terhadap ibu hamil, bisa menjadi perempuan karier dan menekuni profesi sebagai seorang doula.

Akan tetapi, kamu perlu tahu bahwa untuk menjadi perempuan karier sebagai doula mesti mendapatkan sertifikasi resmi dari pelatihan doula.

 

Dalam Puan Talks tersebut, Ashtra menjelaskan bahwa setiap doula itu beda-beda pelatihannya, tergantung jenis apa yang dipilih.

Ashtra sendiri mengambil pelatihan dan mendapatkan sertifikasi di DONA International (Doula of North America).

Baca Juga: Puan Talks: Jessica Lin Ungkap Cerita Seru Kim Seon Ho jadi Brand Ambassador Everwhite

 

"Dalam pelatihan itu, kita di-training untuk tahu apa saja kebutuhan ibu hamil, istilah-istilah dalam persalinan yang perlu diketahui untuk memberikan informasi kepada si ibu dan keluarganya," jelasnya.

Masih dalam kesempatan yang sama, Ashtra menyampaikan beberapa sikap yang harus dimiliki jika kamu ingin berkarier sebagai seorang doula.

1. Dekat tanpa melanggar batasan

Meski seorang doula harus dekat dengan kliennya, tetapi doula harus mengerti batasan profesionalitasnya.

Menurut Ashtra, harus dekat dengan klien itu pasti, tetapi untuk hal yang bersifat privasi, seorang doula tak perlu menanyakan, kecuali klien menceritakannya lebih dulu. 

2. Bersikap tenang

Setiap ibu hamil hingga akhirnya melahirkan memiliki kepanikan dan kecemasannya tersendiri dan dalam situasi tersebut peran doula sangat penting. 

Dalam situasi tersebut, seorang doula harus bersikpa tenang tanpa harus menjadi lamban terhadap segala kondisi yang dihadapinya.

Baca Juga: Puan Talks: Pernah jadi Pejuang Jerawat, Jessica Lin Berbagi Caranya Mencintai Diri Sendiri

 

"Dalam situasi tertentu seorang doula perlu giving space, di mana perempuan boleh bercerita apa pun tanpa dihakimi," ungkapnya.

3. Selalu siaga

Dalam mendampingi ibu hamil, seorang doula harus menjadi sosok yang siap siaga.

"Seorang doula harus siap 24 jam 'digangguin' kliennya, jam berapa pun karena tidak tahu kapan persalinan itu akan terjadi, atau mungkin ibu hamil mengalami keluhan apa pun. Untuk seseorang yang sudah berdedikasi sebagai doula, ya harus siap," tuturnya.

Dengan kata lain, sebagai doula, kamu harus memiliki kepribadian yang siaga agar klienmu juga merasa tenang, aman, dan nyaman menjalani masa kehamilan, melahirkan, hingga postpartum.

Nah, itulah keahlian yang perlu dimiliki seorang wanita karir yang bekerja sebagai doula, Kawan Puan tertarik?

(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini