News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemilu 2014

Kerahkan Rantis Amankan Rapat Pleno Rekaptulasi Suara di KPU

Penulis: Y Gustaman
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Polisi menyemprotkan air menggunakan water cannon ke sejumlah massa yang berunjukrasa di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jakarta Pusat, Jumat (7/2/2014). Unjuk rasa yang berakhir ricuh dan terjadi penyanderaan komisioner Bawaslu ini, hanya merupakan simulasi pengamanan pemilu 2014 yang dilakukan Polda Metro Jaya. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kendaraan taktis (rantis) dikerahkan Kepolisian Daerah Metro Jaya dalam mengamankan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat nasional di Gedung Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, Jakarta, Senin (10/2/2014).

"Kita turunkan 300 personel gabungan untuk antisipasi keamanan pelaksanaan sidang pleno. Sesuai SOP, standar peralatan kalau terjadi chaos ada dua water canon, dua baracuda, dua mobil escape dan gas air mata," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto.

Pengerahan rantis oleh kepolisian untuk mengantisipasi kondisi terburuk dalam sidang rapat pleno. Menurut Rikwanto, dalam rapat pleno selain partai peserta pemilu ada penggembira yang diduga akan membuat ulah kalau partainya kalah.

"Di dalam akan disimulasikan, andaikata dalam sidang rapat pleno ada yang protes, dan sampai melempar benda dekat dirinya dan mengancam keselamatan KPU, kepolisian akan diamankan baik komisioner dan pelakunya," terang Rikwanto.

Pihak kepolisian, menurut Rikwanto, akan memastikan proses sidang pleno tetap berjalan. Dalam kondisi terburuknya, komisioner KPU yang memimpin sidang rapat pleno akan diamankan di dalam save room, yang saat ini sudah disediakan.

Dalam gladi resik kali ini langsung dipimpin Direktur Sabhara Polda Metro Jaya, Kombes Pol Marolop Manik, selaku Direktur Latihan Operasi Mantap Brata. Lokasi parkir Gedung KPU yang biasa dipenuhi mobil operasional kini dikosongkan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini