News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Calon Presiden 2014

PBB: Poros Tengah Adalah Masa Lalu

Penulis: Ferdinand Waskita
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lembaga Survey Indonesia memaparkan hasil survey lembaganya di Jakarta, Minggu (3/11/2013). LSI menyatakan bahwa kemungkinan akan lahir poros tengah jilid 2 dalam Pilpres 2014 yang berasal dari partai-partai politik papan tengah yang berkoalisi. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Bulan Bintang (PBB) menilai, wacana membangun Poros Tengah jilid II, atau koalisi partai-partai politik berhaluan Islam, sudah tidak relevan.

Poros Tengah, pernah diinisiasi dan sukses mengantarkan Abdurrahman Wahid naik menjadi Presiden RI pada tahun 1999.

Namun, Ketua Komite Aksi Pemenangan Pemilu PPB Sukmo Harsono menilai, parpol Islam di jaman kiwari memiliki banyak kendala untuk membentuk koalisi politik.

"Poros Tengah Jilid II adalah masa lalu , tidak lagi diperlukan. Kami cari capres berdasarkan kebutuhan dan persoalan bangsa," kata Sukmo Harsono di Hotel, WHIZ, Jakarta, Minggu (23/2/2014).

Ia juga mempertanyakan, postulat bahwa koalisi parpol Islam dapat memenangkan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden jika mengusung Gubernur DKI Jakarta Joko "Jokowi" Widodo sebagai capres.

"Misal, okowi diusung lima partai Islam karena tidak diusung Megawati (PDIP). Berarti yang dipilih bukan latar belakangnya. Semua capres Islam, ketika dibungkus oleh parpol Islam, belum tentu menang," ungkapnya.

Ia mengakui, mencari figur calon presiden yang mengerti kebutuhan dan dapat menyelesaikan persoalan bangsa teramat sulit. Apalagi, sulit memilih figur yang tepat sebagai capres dari parpol Islam.

"Tidak pernah ketemu. Kalau duduk dengan partai nasionalis malah lebih gampang. Partai pragmatis semua, sudah melanda semua partai politik," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini