News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Calon Presiden 2014

Gita: Soal Pendidikan, Indonesia harus kejar Tiongkok dan India

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Repubik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Menteri Perdagangan Gita Wirjawan (kiri) memberikan keterangan pada wartawan terkait pengunduran diri Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (12/2/2014). Gita mengundurkan diri karena akan fokus dalam konvensi Partai Demokrat, dan digantikan oleh mantan Ketua BKPM Muhammad Luthfi. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Tribunnews.com, JAKARTA-- Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat Gita Wirjawan menilai reorientasi arah pendidikan menjadi kunci penguatan sumber daya Indonesia dalam pentas persaingan global.

Menurut mantan Menteri Perdagangan ini, alokasi APBN 20 persen untuk pendidikan tidak menjamin peningkatan daya saing bangsa jika orientasi dan tata kelola dana pendidikannya tidak tepat.

"Salah satu kebijakan saya saat menjabat Menteri Perdagangan ialah menyekolah ratusan staf kementerian ke pelbagai universitas terbaik di luar dan dalam negeri. Dalam skala besar, harusnya kita bisa mengirim ribuan pelajar Indonesia ke kampus-kampus bergengsi tapi dengan perencanaan yang jelas. Saya lihat sekarang belum maksimal dan output sumber daya manusianya tidak merata", ujar Ketua Umum DPP Barindo ini kepada Tribunnews.com, Selasa (4/3/2014).

Ia menambahkan bahwa pada bidang-bidang strategis justru sumber dayanya sangat minim akibat ketidakjelasan output pendidikan. Indonesia harus mengejar Tiongkok dan India yang sudah menghasilkan ribuan doktor karena investasi sumber daya manusia adalah kunci persaingan masa depan.

Pendiri Ancora Foundation ini juga bercerita bahwa dirinya nekat berangkat sekolah ke Amerika dengan modal pas-pasan. Pengalaman inilah yang mendorong yayasannya memberi beasiswa sekolah kepada puluhan pelajar.

"Ayah saya seorang dokter yang bekerja di WHO, saat dia pensiun tekad saya untuk sekolah ke luar negeri tidak terbendung meski kondisi ekonomi keluarga kurang mendukung. Alhamdulillah survive, mengamen dan bekerja paruh waktu modal saya sekolah kala itu. Saya percaya dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini akan banyak anak bangsa yang dengan mudah menimba ilmu di kampus-kampus ternama di dunia. Ini PR pemerintah yang akan datang", ungkap calon presiden yang menyelesaikan masternya di Universitas Harvard ini.

(Andri Malau)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini