News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemilu 2014

Seruan MUI Soal Caleg Bolos Sidang Bisa Kontraproduktif

Penulis: Y Gustaman
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

LIPAT KERTAS SUARA PEMILU - Pekerja melipat surat suara untuk pemilu legestatif di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah Jakarta Selatan, Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (11/3). Sekitar 1,5 juta surat di sensor dan di lipat untuk wilayah Jakarta Selatan. (Warta Kota/henry lopulalan)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum lama ini mengeluarkan seruan agar pemilih tak memberikan suaranya kepada anggota dewan yang suka bolos sidang dan mencalonkan kembali, atau calon petahana dalam Pemilu Legislatif 2014.

Deputi Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz, menilai seruan MUI tersebut mendorong masyarakat pemilih untuk melihat kembali rekam jejak para calon anggota legislatif baik kinerja dan prestasinya.

"Tetapi di sisi lain justru akan kontraproduktif dengan maksud MUI sendiri, kalau tak didasarkan pada data dan analisis kajian MUI seperti apa dan bagaimana caleg pembolos itu," ungkap Masykurudin kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/3/2014).

Menurut Masykurudin, MUI harus menjelaskan dan membeberkan siapa saja calon petahana yang suka bolos bersidang selama ini. Selain itu MUI juga dituntut menunjukkan data, dan kategori calon petahana model seperti ini.

Hal tersebut penting menghindari saling fitnah. Penjelasan MUI soal batasan kategori siapa caleg pembolos dengan pelampiran nama-namanuya, membuat pemilih langsung tahu informasi dengan mudah dan cepat.

"Tanpa disertai daftar nama dan rekam jejak bolos saat menjadi anggota dewan, seruan MUI tak dapat ditangkap masyarakat pemilih. Dengan begitu tujuan MUI untuk meningkatkan pemilih cerdas kurang mengena," tegasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini