News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemilu 2014

Satu Suara di Banten Cuma Dihargai Rp 5.000

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah warga mendatangi TPS untuk melakukan pencoblosan ulang di TPS 062 Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Minggu (13/4/2014). Pemungutan suara ulang di TPS 062 tersebut dilakukan karena terjadi kesalahan distribusi surat suara DPRD dimana surat suara yang harusnya dicoblos pada 9 April lalu Dapil VI (Ciracas, Cipayung, Makasar dan Pasar Rebo), namun yang diterima Dapil V (Kramat Jati, Jatinegara dan Duren Sawit).(Warta Kota/Henry Lopulalan)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkapkan hasil penelitiannya terkait politik uang yang terjadi dalam pemilu legislatif 2014. Provinsi Banten menjadi tempat paling murah untuk praktik jual beli suara.

Menurut peneliti ICW bidang hukum dan monitoring peradilan Indonesia, Donal Fariz, provinsi Banten menjadi tempat praktik politik uang yang paling banyak di mana ditemukan 33 pelanggaran. Ia menuturkan dari hasil penelitian yang dilakukan dari tanggal 16 Maret-9 April 2014 tersebut, ditemukan temuan pemberian uang pada masa kampanye dan masa tenang.

"Politik uang ini mulai dari Rp 5.000 hingga diatas Rp 200 ribu. Di Banten, masih banyak ditemukan pemberian uang dengan nominal Rp 5.000. Terlihat betapa murahnya mendapatkan suara," kata Donal saat paparan di Kedai Kopi Deli, Menteng, Senin (21/4/2014).

Donal menjelaskan politik uang dengan nominal yang terbilang murah tersebut terjadi dikarenakan kondisi ekonomi di daerah tersebut yang memang belum sejahtera. Di bawah Banten, kata Donal, menyusul provinsi Riau dan Bengkulu untuk politik uang terbanyak, yakni 31 pelanggaran.

"Kami juga menemukan pemberian lain yang dilakukan para caleg. Misalnya diberikan barang elektronik, obat-obatan, sembako, pakaian, alat rumah tangga, sampai sepeda motor. Ada juga yang memberikan jasa layanan kesehatan," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini