News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Calon Presiden 2014

Jumhur Tegaskan Jokowi Bukan Antek Asing

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Rendy Sadikin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat mendeklarasikan Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (8/3/3014). Dalam acara tersebut ARM menyatakan akan mendukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam pemilu 2014 mendatang. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tokoh Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) Jumhur Hidayat menilai Joko Widodo bukanlah calon presiden boneka asing. Sebab, kebijakan yang dilakukan Jokowi jauh dari kriteria proasing.

"Lihat saja, ketika ia ditawari pinjaman Bank Dunia untuk pengerukan sungai dalam program (Jakarta Emergency Dredging Inisiative) langsung ditolak karena dianggap bisa mengintervensi," kata Jumhur dalam keterangannya, Rabu (30/4/2014).

Jumhur juga mencontohkan sikap Jokowi yang lainnya ketika berkoordinasi dengan berbagai provinsi seperti yang terakhir ini adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mendatangkan ternak sapi dari provinsi tersebut. Karena, NTT bisa menjadi basis bagi industri peternakan, sehingga bisa mengurangi impor sapi.

"Demikian juga Jokowi gandrung untuk memastikan petani memiliki hasil panen yang baik sehingga bisa meningkatkan kuantitas hasil panen yang akhirnya tidak perlu melakukaan impor pangan," tuturnya.

Dari cara hidupnya, kata Jumhur, jelas sekali Jokowi menunjukkan kesederhanaan yang jauh dari penikmat barang-barang impor.

"Bahkan, dari rekam jejaknya sebagai pengusaha mebel, ia gandrung ekspor dengan membeikan nilai tambah (added value) bagi kayu yang telah diolah dan ini artinya ia menolak ekspor bahan mentah atau primer tanpa peningkatan nilai tambah," kata Mantan Kepala BNP2TKI itu.

Jumhur pun berkesimpulan Jokowi berideologi kemandirian dalam tindakan, bukan dalam wacana. Jumhur yakin kelak Indonesia akan semakin berdikari dalam ekonomi, dan bisa secara bertahap mengurangi ketergantungan khususnya pada produk-produk asing.

"Termasuk intervensi asing dalam pengelolaan sumberdaya alam Indonesia," imbuhnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini