TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan bahwa arah politik Partai Golkar akan diputuskan pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang akan digelar pada 18 Mei mendatang. Sebelum itu kata dia Partai Golkar tidak memutuskan apa-apa.
Kepada wartawan di kediaman mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (15/5/2014), Idrus mengatakan bahwa di Rapimnas itu juga kata dia akan dipastikan status calon presiden (Capres) Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie atau Ical.
"Rapimnas lah yang menetapkan kepastian (status capres Ical). Partai Golkar itu partai besar, taat azas, bukan partai kerumunan. Kalau tiba-tiba ada berubah, itu (partai) kerumunan," katanya.
Ical diketahui sudah menyambangi sejumlah petinggi partai, mulai dari calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Sukarnoputri, hingga calon presiden, PDIP, Joko Widodo (Jokowi).
Baik Prabowo mau pun Jokowi, berdasarkan hasil survei diketahui memiliki elektabilitas jauh lebih tinggi dari Ical. Oleh karena itu jika Partai Golkar berkoalisi dengan Partai Gerindra maupun PDIP, Ical harus menanggalkan status capresnya menjadi calon wakil presiden (cawapres). Menurut Idrus sejauh ini tidak ada pembicaraan soal Ical sebagai calon wakil presiden.
"Kita tidak membicaralan itu (cawapres), ARB (red. Ical) juga tidak membicarakan itu, ARB menyerahkan semuanya ke keputusan Rapimnas," katanya.
Status Capres Ical Dipastikan di Rapimnas
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Hendra Gunawan
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan