TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Partai Demokrat lebih menginginkan adanya calon presiden (Capres) alternatif. Namun, raihan suara pada pemilu legislative (Pileg) 9 april yang lalu membuat partai berlambang mercy biru ini tidak dapaat mengusung capres sendiri.
“Opsi yang lebih rasional dan juga keinginan sejumlah kader Demokrat adalah mengusung capres alternatif. Tapi apa daya, suara kita hanya 10,19 persen,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Ramadhan Pohan, Jumat (16/5/2014).
Ramdahan mengatakan kondisi tersebut membuat opsi-opsi yang yang ada pada Partai Demokrat sangat bergantung pada keputusan partai lainnya, terutama partai Golkar.“ Koalisi dengan Partai Hanura saja kita tidak cukup berarti harus ada partai lain sehingga opsi opsi partai Golkar sangat mempengaruhi opsi- opsi Partai Demokrat,” ujar Ramadhan Pohan.
Ramadhan mengatakan partainya tidak dapat mengintervensi partai Golkar, namun akan memantau dinamika politik yang terjadi untuk menentukan arah partai. “Kebetulan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar tanggal 18 Mei mendatang berbarengan dengan Rapimnas Partai Demokrat, namun itu bukan saling tunggu,” ujar Ramadhan.
Nasib Capres Demokrat Tergantung dari Keputusan Koalisi Golkar
Editor: Fajar Anjungroso
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan