Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dinamika politik yang ada menjelang pemilihan presiden sekarang masih sangat cair termasuk jalinan komunikasi antara Partai Golkar dan Demokrat yang akan mengusung poros baru.
Namun hal itu ditanggapi pesimis oleh sejumlah kader Partai Golkar. Salah satunya adalah Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Golkar, Tantowi Yahya.
Tantowi mengatakan poros baru yang dibentuk dengan Partai Golkar sangat tidak realistis karena waktunya berdekatan dengan batas akhir pendaftaran Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres).
"Yang membuat tidak realistis adalah permasalahan waktu, dari sekarang hingga hingga 9 Juli itu hanya menyisakan 50 hari untuk menuju dalam sebuah konstalasi," ujar Tantowi Di Cikini, Jakarta, Sabtu, (17/5/2014).
Tantowi mengatakan konstalasi untuk pemilihan presiden (Pilpres) membutuhkan waktu yang panjang, matang, dan komprehensif dari berbagai sisi mengenai Capres dan Cawapres.
"Membutuhkan waktu yang panjang untuk membicarakan bagaimana strategi pemenangannya, bagaimana struktur pembiayaannya, dan survei tingkat keterpilihannya," ujar Tantowi.
Tantowi mengatakan tidak realistisnya berkoalisi dengan Partai Golkar untuk membentuk poros baru bukan berarti jalinan kerja sama yang dibangun jelek. Namun lebih kepada besar kecilnya tingkat kemenangan.
"Koalisi dengan Demokrat bagus, namun apakah kita siap dengan waktu yang hanya 50 hari, sementar calon yang lain sudah sejak awal begerak dan bekerja, sudah sejak satu tahun yang lalu. Bisa saja menjadi kuda hitam, namun mari kita bicara dalam tataran realistis, ujar Tantowi.
Baca tanpa iklan