News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Calon Presiden 2014

Prabowo Menjadi Capres Menandakan Wabah Pikun Nasional

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mendeklarasikan penolakan terhadap Bakal calon presiden Prabowo Subianto di Salemba, Jakarta, Jumat, (30/5/2014). Taufik Ismail/ Tribunnews.

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terpilihnya Prabowo Subianto sebagai salah satu kandidat presiden merupakan tanda dari wabah pikun masal.

Pasalnya masuknya Prabowo sebagai salah satu kandidat menandakan dosa-dosa Prabowo pada masa lalu telah terlupakan.

"Peringatan 16 tahun runtuhnya orde Soeharto pada 21 mei 2014 dinodai oleh fenomena pikun nasional yang menjangkit mayoritas publik Indonesia," ujar Robie Kholillurahman dalam deklarasi aksi tolak Prabowo di UI Salemba, Jakarta, Jumat (30/5/2014).

Dalam deklarasi yang diikuti berbagai aliansi di Universitas Indonesia tersebut, Robie mengatakan kenikmatan kebebasan pasa orde baru telah memakan korban jiwa yang cukup banyak. Lanjut Robie kebebasan tersebut diraih setelah berjuang melawan rezim masa lalu. Orang yang menjadi bagian dari masa lalu tersebut adalah Prabowo.

"Prabowo merupakan bagian dari rezim militeristik Soeharto yang mana semua kehidupan berbangsa diatur dengan otoriter, dengan posisi Prabowo sekarang, seakan semua terlupkan," ujar Robie.

Oleh karena itu Robie mengatakan pihaknya menolak Prabowo sebagai Capres karena disinyalir memiliki oisa di masa lalu.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa UI dari berbagai aliansi seperti Semar UI, UI LDSC, Garda Depan Sastra UI, HMI Fisip UI, KB UI, dan Iluni UI Jakarta, mendeklarasikan penolakan terhadap Prabowo Subianto sebagai Capres. Deklarasi dilakukan di taman kampus UI Salemba Jakarta.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini