News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Calon Presiden 2014

Jokowi Akui Elektabilitasnya Turun di Jakarta

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Calon Presiden Joko Widodo (kiri) dan Prabowo Subianto (kanan) menghadiri debat Capres di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014). Debat Capres yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum tersebut merupakan rangkaian menuju proses Pilpres yang akan digelar 9 Juli mendatang. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon presiden nomor urut 2, Joko Widodo saat menghadiri rapat dengan DPD PDI Perjuangan Provinsi Jakarta ini mengakui bahwa elektabilitasnya menurun di Jakarta, dikalahkan calon presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto.

"Hasil survei kita untuk Jakarta pada hari terakhir memang kalah. Saya sendiri juga kaget, di bawah saya enggak tahu," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di posko relawan di Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (16/6/2014).

Jokowi menjelaskan, ketika dirinya belum maju capres, elektabilitasnya di DKI Jakarta kurang lebih 74 persen. Namun pascapencapresannya justru terus menurun.

Pria yang telah nonaktif dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta ini menduga menurunnya elektabilitas lantaran isu yang kontra tentang dirinya terus berkembang sampai ke akar rumput.

"Ini turun karena tergerus isu yang mungkin mulai masuk ke bawah," kata Jokowi.

Namun, mantan Walikota Solo ini meyakini bahwa amunisi yang dimiliki oleh poros PDI Perjuangan beserta partai pendukungnya ini masih bisa mengatasi fenomena turunnya elektabilitas Jokowi - JK.

"Saya masih meyakini dengan infrastruktur yang kita punya di partai PKB, NasDem, PKPI, Hanura, di Jakarta bisa kita ambil asal mesin partai bekerja, selain itu mesin relawan akan kita kerjakan," kata Jokowi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini