Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eri Komar Sinaga
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partisipasi WNI yang berada di luar negeri khususnya Hongkong mengalami lonjakan signifikan pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014.
Pemungutan suara yang telah dilaksanakan di Hongkong beberapa hari lalu bahkan sampai meningkat 400 persen.
"Hongkong mencatat ada peningkatan 400 persen dibandingkan Pileg lalu. Beberapa perwakilan PPLN melaporkan seperti Washington, Kuala Lumpur, Sydney, Melbourne, juga yang lain bahkan mencapai 100 persen di banding Pileg lalu," ujar Wahid Supriyadi, Ketua Kelompok Kerja Petugas Pemungutan Luar Negeri (PPLN), di kantor KPU, Jakarta, Senin ( 7/7/2014).
Wahid menuturkan secara keseluruhan pelaksanaan pemungutan suara di luar negeri yang diakomodasi 130 PPLN berjalan dengan lancar walau masih ada beberapa kendala dimana-mana.
Terkait berita yang menyebutkan 200 WNI di Los Angeles tidak bisa mencoblos, Wahid membantahnya. Wahid menuturkan dia mendapat penjelasan PPLN Los Angeles yang menyebutkan bahwa yang datang itu adalah masuk ke dalam daftar pemilih khusus tambahan (DPKTB).
Terkait nasib seratusan WNI yang tidak bisa memilih di Hongkong, Wahid mengatakan pihaknya sudah berusaha keras. Menurutnya, penggunaan Victoria Park oleh PPLN hanya sampai pukul 17.00 waktu setempat dan sejam sebelumnya pihaknya sudah memberitahukan sisa waktu tersisa.
"Jadi secara keseluruhan dapat kami sampaikan bahwa Pemilu telah berjalan baik dan lancar. Memang ada beberapa catatan," terang staf ahli kementerian luar negeri itu.
Sekedar informasi, DPT luar negeri adalah 2.380.711. Pemungutan suara di luar negeri telah selesai dilaksanakan pada 4-6 Juli 2014 lalu.
Baca tanpa iklan