News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Calon Presiden 2014

Hamdi Muluk: Survei Abal-abal untuk Pengaruhi Suara Mengambang

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Sugiyarto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Hamdi Muluk

 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selama  penyelenggaraan Pemilu 2014, baik Pemilu Legislatif (Pileg) maupun Pemilu Presiden (Pilpres) banyak beredar hasil survei di kalangan masyarakat.

Bahkan, tak jarang, hasil survei satu lembaga dengan lembaga survei lainnya sangat jauh berbeda hasilnya.

Mencuatnya dugaan adanya hasil survei pesanan pun tak terhindarkan.

Pakar psikologi politik UI Hamdi Muluk menyatakan, untuk menghindari berkembangnya hasil survei pesanan atau hasil survei abal-abal, maka perlu adanya standardisasi bagi lembaga survei.

Baik Standardisasi metodologi survei, standardisasi sampling, dan lainnya.

“Persepi (Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia) harusnya punya semacam standardisasi. Kemudian, punya standardisasi metodologi,” kata Hamdi Muluk dalam diskusi Persepi bersama media di Jakarta, Selasa (8/7/2014).

Saat ini, Hamdi menegaskan,  ada gejala di masyarakat atas menjamurnya hasil survei atau lembaga survei 'abal-abal'.

Menjamurnya lembaga survei seperti ini didorong oleh kondisi atau kepentingan politik yang beragam di Pemilu.

Termasuk, untuk memenangkan kandidat presiden tertentu.

Atau, katanya lagi, hasil lembaga survei pesanan atau abal-abal ini dimaksudkan untuk memengaruhi sikap pemilih yang masih mengambang.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini