News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Calon Presiden 2014

Pakar: Mestinya Hasil Hitung Cepat Tidak Jauh Berbeda

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota KPPS melakukan rekapitulasi surat suara pilpres di Kantor Kelurahan Sukasari, Kota Tangerang, Kamis (10/7). Waktu penghitungan surat suara pilpres untuk tingkat kelurahan dan desa akan berlangsung 10-12 Juli, dan pengumuman hasil rekapitulasi secara nasional akan berlangsung pada 21-22 Juli. Menurut Ketua KPU, Husni Kamil Manik, penghitungan suara hasil quick count bukanlah hasil penghitungan resmi dalam pilpres 2014. Warta Kota/nur ichsan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar berpendapat semestinya hasil hitung cepat atau quick count tidak jauh berbeda, meski dilakukan oleh banyak lembaga survei.

"Kalau pun hasilnya berbeda, tidak boleh terlalu jauh, sebab margin error yang normal, tidak terlalu jauh yaitu 1,2 persen untuk sample sebanyak 2000 dan 0,6 – 0,7 persen untuk sampel sebanyak 4000," ujar Ketua Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi), Hamdi Muluk, Kamis (10/7/2014) menjawab pertanyaan munculnya perbedaan hasil quick count pilpres 9 Juli.

Menurut Hamdi, jika hasilnya berbeda, apalagi selisihnya cukup jauh diantara banyak lembaga survei, kita patut mencurigai lembaga survei yang berbeda tersebut.

Untuk itu syaratnya, metodologi, dan pengambilan sample dilakukan secara benar yakni berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah yang disebut metode multistage random sampling.

"Bisa saja sample diambil tidak random atau random, tetapi disengaja sehingga persebarannya tidak representatif,” ujarnya.

Hamdi menegaskan, jika lembaga survei yang mengadakan hitung cepat atau quick count tidak berdasarkan sample yang random alias sengaja mengambil sampel yang sejenis, sama saja dengan kejahatan.

“Dalam konteks inilah, Persepi akan melakukan audit kepada lembaga survei anggota Persepi yang melakukan quick count,” katanya.

Gurubesar psikologi politik Universitas Indonesia ini mengatakan, metode hitung cepat pada dasarnya untuk mengetahi secara dini pilihan warga usai pencoblosan, baik pada pemilu legislatif maupun pilpres kemarin.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini