News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penerima Beasiswa Harus Punya Karakter Kuat dan Jiwa Kepemimpinan Sosial

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI BEASISWA - Peserta Bright National Summit 2025 dibekali karakter, kepemimpinan sosial, dan semangat memberi manfaat bagi bangsa.

Ringkasan Berita:

  • Asep Nugraha Sukma dari YBM BRILian menekankan pentingnya karakter kuat dan jiwa kepemimpinan sosial bagi penerima beasiswa. 
  • Mereka diharapkan tak hanya unggul akademik, tapi juga menjadi agen perubahan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beasiswa bukan sekadar soal nilai di IPK (Indeks Prestasi Kumulatif).

Namun, penerima beasiswa harus tumbuh sebagai pribadi yang berakar kuat pada nilai, memiliki karakter tangguh, dan jiwa kepemimpinan sosial yang berdampak luas bagi masyarakat dan bangsa. 

Hal itu disampaikan Badan Pengurus YBM BRILIan Asep Nugraha Sukma  saat acara pembukaan kegiatan Bright National Summit (BNS) 2025. 

“Tumbuh menjadi generasi deeply rooted, widely impactful, berakar kuat pada nilai, berprestasi, dan memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat dan bangsa,” ungkapnya. 

Penerima beasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga diharapkan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.  

Karena itu, karakter kuat dan jiwa kepemimpinan sosial menjadi kualitas penting yang harus dimiliki.  

Penerima beasiswa sering menjadi representasi lembaga pemberi beasiswa.  

Karakter kuat mencerminkan tanggung jawab, disiplin, dan keteguhan moral dalam menghadapi tantangan akademik maupun sosial. 

BNS 2025 merupakan sebuah ajang orientasi dan pembekalan bagi 300 awardee Bright Scholarship Batch 11 dari 25 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mitra di seluruh Indonesia. Acara berlangsung pada 7–9 November 2025. 

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi memperkuat karakter, meningkatkan kompetensi, membangun jejaring, serta menyiapkan diri menjadi generasi muda yang tangguh dan berdaya saing. 

Sementara itu, Chief Executive Officer NAMA Foundation, Dr. Saleh Mubarak Bazead, melihat masa depan yang cerah dari peserta. 

“Perjalanan ini akan membawa kalian dari ketergantungan menuju kesiapan diri, dari belajar hingga memberi manfaat bagi sesama,” ujarnya. 

Selain sesi pembekalan, kegiatan juga diisi dengan Outbound Session yang bertujuan mengasah kemampuan team building, memperkuat kerja sama, meningkatkan konsentrasi dan kreativitas, serta menumbuhkan rasa percaya diri di antara para peserta.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini