TRIBUNNEWS.COM - Dalam buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Edisi Revisi untuk SD/MI Kelas VI Kurikulum Merdeka, peserta didik diajak mengenal Indonesia tidak hanya melalui konsep ilmiah, tetapi juga lewat kekayaan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Salah satu pembahasan penting terdapat pada Bab 4: Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa, yang mengangkat tradisi-tradisi daerah sebagai sumber pembelajaran bermakna.
Pada bagian ini, siswa tidak sekadar membaca teks, melainkan diajak merefleksikan bagaimana budaya lokal membentuk sikap kebersamaan, kepedulian sosial, serta rasa hormat terhadap adat dan leluhur.
Fokus materi pada halaman 96 membahas teks berjudul “Mappalette Bola, Tradisi Pindahan Suku Bugis”, sebuah tradisi unik dari Sulawesi Selatan yang mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan solidaritas masyarakat.
Melalui kisah pemindahan rumah adat Bugis secara bersama-sama, siswa dilatih untuk mengenali nilai kearifan lokal yang masih relevan dalam kehidupan modern.
Aktivitas pembelajaran ini bertujuan mengasah kepekaan sosial siswa dengan mengidentifikasi nilai-nilai luhur seperti kerja sama, kepemimpinan adat, pembagian peran dalam masyarakat, serta rasa syukur kepada Tuhan dan penghormatan terhadap tradisi.
Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun karakter pelajar Pancasila yang berakhlak dan berwawasan kebangsaan.
Materi ini terdapat pada buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Edisi Revisi untuk SD/MI Kelas VI karya Amalia Fitri, Ati Haviati Oktora, Ekatannia Tresnasari, dan Maria Jeanindya Wahyudi yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Berikut ini adalah kunci jawaban IPAS Kelas 6 halaman 96 beserta panduan pemahaman yang dapat membantu siswa, guru, dan orang tua dalam mendampingi proses belajar agar lebih reflektif, kontekstual, dan bermakna.
Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 96 Kurikulum Merdeka
Setelah membaca tentang tradisi mappalette bola, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 93 94, Ayo, Menyelidiki
1. Apa sajakah nilai-nilai kearifan lokal yang ingin disampaikan dari tradisi tersebut?
2. Adakah tradisi di daerahmu yang memiliki nilai-nilai yang sama, namun prosesi yang berbeda?
3. Tuliskan jawabanmu di dalam buku tugasmu!
Jawaban:
1. Nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi mappalette bola:
Gotong royong, karena seluruh warga kampung bekerja sama memindahkan rumah tanpa pamrih.
Kebersamaan dan solidaritas, terlihat dari peran masing-masing warga, baik laki-laki maupun perempuan.
Kepatuhan terhadap adat, karena pemindahan rumah dipimpin ketua adat dan dilakukan sesuai aturan tradisi.
Rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur, yang tampak dalam prosesi maccera bola sebagai bentuk doa dan penolak bala.
Pelestarian budaya, sebab tradisi ini menjaga keberadaan rumah adat Bugis dan nilai-nilai turun-temurun.
2. Tradisi di daerah lain yang memiliki nilai sama namun prosesi berbeda:
Ya, ada.
Contohnya tradisi sambatan di Jawa.
Sambatan adalah kegiatan saling membantu warga, misalnya saat membangun rumah.
Nilai yang terkandung sama, yaitu gotong royong dan kebersamaan, namun tidak menggunakan ritual adat atau mantra seperti dalam mappalette bola.
Disclaimer:
- Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.
- Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.
(Tribunnews.com/Farra)
Baca tanpa iklan