Ringkasan Berita:
- Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya meluncurkan inovasi ijazah digital pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, bertepatan dengan wisuda sarjana dan pascasarjana.
- Rektor Yuda Turana menegaskan wisuda bukan akhir, melainkan awal kontribusi.
- Lulusan diharapkan tidak hanya unggul akademik, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perguruan tinggi di Indonesia membuat inovasi ijazah digital sebagai bagian dari transformasi layanan akademik.
Peluncuran ijazah digital dilakukan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dalam momen Hari Pendidikan Nasional 2026 pada Wisuda Sarjana ke-87 dan Pascasarjana ke-61.
"Hari ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk membuktikan bahwa ilmu yang telah diperoleh memiliki makna dan manfaat bagi masyarakat," ujar Rektor Unika Atma Jaya, Yuda Turana, pada keterangannya, Rabu (6/5/2026).
Sejalan dengan tema Hardiknas tahun ini, "Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua", kampus tersebut mendorong lulusan untuk tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Rektor Unika Atma Jaya, Yuda Turana, menegaskan bahwa wisuda bukanlah titik akhir, melainkan awal pengabdian lulusan di tengah masyarakat.
“Hari ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk membuktikan bahwa ilmu yang telah diperoleh memiliki makna dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sejumlah program studi telah mengantongi akreditasi internasional dari berbagai lembaga seperti FIBAA, ASIIN, ACCA, dan AUN-QA.
Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah III, Tri Munanto, mengingatkan bahwa gelar akademik harus diiringi dengan integritas dan tanggung jawab sosial.
"Gelar akademik adalah fondasi, namun harus disertai karakter dan integritas untuk berkontribusi bagi masyarakat," ujarnya.
Momentum wisuda di Hari Pendidikan Nasional ini menjadi simbol bahwa pendidikan tidak hanya melahirkan lulusan unggul, tetapi juga agen perubahan yang siap menjawab tantangan zaman.
Baca tanpa iklan