TRIBUNNEWS.COM - Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 resmi diperpanjang hingga 5 Juni 2026.
Kebijakan ini memberikan kesempatan tambahan bagi calon peserta yang belum sempat menyelesaikan proses registrasi maupun pengunggahan dokumen persyaratan sebelum batas waktu sebelumnya berakhir.
Beasiswa Indonesia Bangkit atau BIB merupakan program beasiswa hasil kolaborasi antara Kementerian Agama dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya di bidang pendidikan agama dan keagamaan.
Program ini ditujukan bagi berbagai kalangan, mulai dari alumni pesantren, lulusan perguruan tinggi keagamaan, santri berprestasi, guru, tenaga kependidikan, dosen, hingga pegawai di lingkungan Kementerian Agama yang ingin melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.
Pendaftaran BIB 2026 sebelumnya dibuka sejak 1 April 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 31 Mei 2026.
Namun, Kementerian Agama memutuskan memperpanjang masa pendaftaran hingga 5 Juni 2026 agar lebih banyak peserta dapat menyelesaikan proses pendaftaran.
Melalui program ini, peserta dapat memilih berbagai skema beasiswa untuk jenjang sarjana (S1), magister (S2), hingga doktor (S3), baik pada perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.
Setelah masa pendaftaran ditutup, peserta akan mengikuti sejumlah tahapan seleksi yang meliputi seleksi administrasi, seleksi skolastik, dan wawancara.
Tahapan tersebut dirancang untuk menjaring kandidat terbaik yang memiliki prestasi akademik, potensi kepemimpinan, serta komitmen memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
Perpanjangan masa pendaftaran dilakukan sebagai respons atas tingginya minat masyarakat terhadap program Beasiswa Indonesia Bangkit.
Selain itu, masih terdapat sejumlah calon peserta yang mengalami kendala teknis saat melakukan proses submit pada sistem pendaftaran sehingga belum berhasil menyelesaikan registrasi.
Baca juga: Beasiswa APERTI BUMN 2026 bagi Siswa SMA/SMK Sederajat, Kesempatan Kuliah Gratis di 6 Kampus BUMN
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama, Ruchman Basori, mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar BIB 2026 telah mendekati 20 ribu orang hingga akhir masa pendaftaran sebelumnya.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap akses pendidikan tinggi yang berkualitas, dikutip dari kemenag.go.id.
Karena itu, Kementerian Agama memberikan tambahan waktu agar seluruh calon peserta memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses seleksi.
Ruchman menjelaskan bahwa perpanjangan masa pendaftaran diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pendaftar untuk melengkapi dokumen yang dibutuhkan dan memastikan seluruh proses registrasi selesai dengan baik.
Baca tanpa iklan