TRIBUNNEWS.COM - Negera-negara dari benua Afrika menuai
hasil yang tidak sesuai harapan dalam perjuangannya di Piala Dunia 2010
ini. Dari enam negara yang ambil bagian dalam pesta sepak bola terakbar
tersebut yang berlangsung di Afrika Selatan, hanya Ghana yang sedikit
memberikan penghiburan karena perjalanannya bisa sedikit lebih panjang.
Namun
tidak dengan yang lain, karena sedang berada di ujung tanduk alias
sangat kritis. Bahkan, Kamerun yang menjadi negara terbaik di benua
Afrika ini--karena peringkatnya di ranking FIFA paling tinggi, yaitu
19--sudah pasti tersingkir, menyusul kekalahan yang dialaminya dari
Denmark, Minggu (20/6/10) dinihari WIB. Sebuah ironi di benua sendiri!
Ya,
seharusnya Piala Dunia 2010 ini bisa menjadi panggung bagi tim-tim
Afrika untuk mempertontonkan kehebatan, kekuatan dan kecantikan bermain
bola. Alasannya, mereka beraksi di rumah sendiri, yang tentunya mendapat
banyak dukungan dari suporternya yang fanatik, kreatif dan ekspresif.
Padahal,
ketika tampil di luar benuanya, negara-negara Afrika hampir selalu
membuat kejutan. Lihat saja apa yang pernah dibuat Nigeria, Kamerun, dan
Ghana, ketika Piala Dunia digelar di Eropa, Amerika atau pun Asia.
Mereka sangat sulit ditaklukkan dan prestasi terburuknya menembus babak
kedua.
Akan tetapi, cerita-cerita indah itu menjadi hilang tak
berbekas ketika mereka manggung di tanahnya sendiri. Afsel, sang tuan
rumah, terancam menjadi tuan rumah pertama event akbar ini, yang
langsung tersisih di fase grup, karena hanya bermain imbang 1-1 lawan
Meksiko di partai pembuka penyisihan Grup A, lalu dibantai 0-3 oleh
Uruguay pada laga kedua.
Tak jauh berbeda, Nigeria yang biasanya
sangat diperhitungkan dalam setiap keikutsertaannya di turnamen empat
tahunan ini, malah menelan dua kekalahan. Setelah menyerah 0-1 dari
Argentina pada laga perdana penyisihan Grup B, "Super Eagles" kembali
keok saat bertemu Yunani. Mereka kalah 1-2, sehingga peluang menuju
babak 16 besar hampir tertutup--kansnya ada karena Yunani dan Korea
Selatan yang merupakan rival di grup itu, juga sudah menelan satu
kekalahan.
Dari Grup C, Aljazair juga masih memiliki peluang
lolos meskipun kecil. Adalah kekalahan 0-1 dari Slovenia pada laga
pembuka, yang membuat "Rubah Gurun" ini terhimpit, apalagi pada laga
kedua mereka hanya bermain 0-0 melawan Inggris. Akan tetapi,
keberhasilan menahan Inggris membuat mereka mendapat pujian, karena satu
poin dari tim favorit itu justru sedikit membuka jalan menuju
perdelapan final.
Nah, yang membuat negara dari benua Afrika
cukup bangga adalah performa Ghana. "The Black Stars" kini memimpin
klasemen sementara Grup D, setelah menang 1-0 atas Serbia di partai
perdana, dan mampu menahan imbang Australia 1-1 di laga kedua, Sabtu
(19/6/10). Mereka mengangkangi Jerman, yang akan jadi lawannya pada
partai krusial sekaligus pamungkas penyisihan grup, 24 Juni mendatang.
Namun,
Kamerun yang semula sangat diharapkan bisa menghadirkan kejutan pada
Piala Dunia di Afrika ini, justru meraih hasil yang menyedihkan. Mereka
menjadi tim pertama di Piala Dunia 2010 ini yang sudah pasti tersingkir,
karena kalah 1-2 dari Denmark pada laga kedua penyisihan Grup E.
Sebelumnya, tim "Singa Perkasa" ini juga dipecundangi Jepang dengan skor
tipis 0-1. Meskipun masih menyisakan satu laga melawan Belanda, yang
sudah pasti lolos, pada 25 Juni, tetapi duel ini tak menentukan lagi.
Satu tiket tersisa akan diperebutkan Jepang vs Denmark, pada hari yang
sama.
Wakil terakhir dari Afrika, Pantai Gading, masih menyimpan
asa untuk bertahan setelah pada laga perdana penyisihan Grup G bermain
imbang 0-0 melawan Portugal. "The Elephants" akan melanjutkan
perjuangannya pada 21 Juni nanti, ketika bertemu juara dunia lima kali
Brasil. Seri apalagi kalah, akan membuat pintu fase knock-out mulai
tertutup bagi Didier Drogba dan kawan-kawan.
Tim-tim Afrika Rontok di Benua Sendiri
Editor: Iwan Apriansyah
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan