JOHANNESBURG - Pemain Brasil, Ricardo Kaka
menerima kartu kuning kedua di tengah pertandingan melawan Pantai
Gading, di babak penyisihan grup Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, Minggu
(20/6/2010). Namun, Brasil tetap sukses menutup pertandingan dengan
kemenangan 3-1 dan berhak masuk 16 besar.
Hasil itu begitu
melegakan mengingat selama 20 menit pertama, Brasil sempat kesulitan
mengembangkan permainan. Usaha mereka mengalirkan serangan melalui bek
kanan Maicon atau Ricardo Kaka kerap patah di tengah jalan.
Untungnya,
meski kerap kehilangan bola, Brasil nyaris tak terancam. Pasalnya,
meski bagus dalam merebut bola, pantai Gading buruk dalam membangun
serarangan. Dalam banyak kesempatan, serangan mereka kerap gagal karena
buruknya akurasi umpan.
Di tengah kebuntuan itu, Brasil mencoba
melakukan serangan dari tengah, yang berujung gol Luis Fabiano pada
menit ke-25. Berada di tengah kotak penalti, Fabiano berhasil menguasai
umpan terobosan Kaka, dan dari sudut sempit di sisi kiri gawang, ia
melepas tendangan yang menembus gawang Boubacar Barry.
Gol itu
tak banyak mengubah jalannya permainan, selain membuat kedua kubu
menurunkan tempo. Sementara Brasil berusaha memperbaiki penguasaan bola
dan menyerang dari sektor kanan, Pantai Gading juga melanjutkan pressing
mereka.
Hasilnya, meski menguasai bola, Brasil masih kesulitan
melancarkan serangan sampai tuntas. Selain itu, mereka masih kerap
direpotkan oleh serangan balik Pantai Gading.
Mengandalkan
kecepatan para serdadunya, Pantai Gading sebetulnya punya kemampuan
menembus barikade pertahanan lawan. Hanya saja, mereka masih belum mampu
memperbaiki akurasi umpan, sehingga mereka juga sering kehilangan bola
sebelum sempat melakukan eksekusi.
Meski begitu, sesekali kedua
kubu menciptakan serangan-serangan kejutan yang cukup berbahaya. Salah
satunya adalah tembakan Aruna Dindane yang diblok Kulio Cesar pada menit
ke- 37. Sayang, hingga turun minum, tak ada gol baru tercipta.
Memasuki
babak kedua, tak ada perubahan signifikan dari kedua kubu. Sementara
Brasil dominan dalam penguasaan bola, Pantai Gading terus melakukan
pressing dan mencari peluang serangan balik.
Permainan pun
kembali berlangsung alot. Aksi saling gempur dari kedua kubu kerap cuma
mentok di luar kotak penalti lawan, sampai pada menit ke-51, Fabiano
berhasil menjebol gawang Pantai Gading.
Mengandalkan keterampialn
individu, Fabiano mengontrol bola dan mengatasi pengawalan empat pemain
lawan sebelum melepaskan tembakan dari tengah gawang. Bola sebetulnya
berhasil ditepis Barry, namun itu tak mencegah bola mendesak jaring
sudut kanan atas gawangnya.
Keadaan tertinggal dua gol tanpa
balas memaksa Pantai Gading mengubah gaya bermainnya. Selain semakin
ngotot merebut bola, mereka juga semakin berani memainkan variasi umpan
dan keterampilan individu.
Hasilnya, pada menit ke-53, Didier
Drogba berhasil menanduk umpan silang Dindane, yang sayangnya melenceng
ke sisi kiri gawang Cesar.
Meski gagal, usaha Drogba melambungkan
semangat Pantai Gading. Mereka pun semakin agresif dan gencar
melancarkan serangan. Namun, karena tak diimbangi disiplin pemain
belakang, mereka malah kecolongan gol ketiga Brasil yang dicetak Elano
Blumer pada menit ke-62.
Gol bermula dari pergerakan Kaka di
sektor kanan pertahanan Pantai Gading. Menjelang akhir lapangan, ia
melepaskan umpan silang. Elano menyambutnya dengan juluran kaki yang
membuat bola berbelok masuk ke sudut kiri bawah gawang Pantai Gading.
Gol
Elano tak lantas melumpuhkan semangat juang Drogba dkk. Mereka malah
tampak bermain lebih lepas dan lebih ngotot menyerang. Hasilnya, pada
menit ke-79, Pantai Gading berhasil menipiskan jarak berkat gol Didier
Drogba. Dari tengah kotak penalti, ia menanduk umpan Yaya Toure, masuk
ke sudut kiri bawah gawang Brasil.
Gol itu melambungkan moral
Pantai Gading. Mereka pun terus mencoba melancarkan serangan. Menghadapi
perlawanan musuh, Brasil pun menaikkan intensitas serangan. Namun,
belum lagi ada yang menciptakan peluang gol, terjadilah insiden kartu
kuning kedua Kaka.
Masalah bermula ketika Kader Keita ingin
mengawal Kaka. Keduanya terlibat kontak fisik dan Keita terjatuh sambil
memegangi muka. Sempat terjadi ketegangan antara kedua tim, sampai wasit
memutuskan memberi kartu kuning kedua untuk Kaka.
Situasi itu
semakin memicu gairah Pantai Gading. Mereka pun berusaha konsisten
mengalirkan serangan yang cukup berbahaya. Salah satunya adalah ketika
Keita melepaskan tendangan bebas langsung ke gawang Brasil. Namun, Cesar
berhasil mencegahnya. Itu adalah peluang gol terbaik terakhir yang
dibuat kedua kubu, sebelum peluit berbunyi panjang.
Sepanjang
pertandingan, Brasil menguasai bola sebanyak 6 persen dan melepaskan
enam tembakan akurat dari 12 usaha. Adapun, Pantai Gading membuat tiga
peluang emas dari delapan usaha.
Brasil kini duduk di puncak
klasemen Grup G dengan enam poin atau unggul lima angka dari Pantai
Gading dan Portugal di tempat kedua dan ketiga. Dengan Pantai Gading
menyisakan satu laga dan Portugal dua laga, Brasil tak mungkin finis di
luar dua besar.
Susunan pemain:
Brasil:
Julio Cesar; Maicon, Lucio, Juan, Michel Bastos, Felipe Melo, Gilberto
Silva, Elano (Dani Alves 66), Kaka, Robinho (Ramires 90), Luis Fabiano
Pantai
Gading: Boubacar Barry; Emmanuel Eboue (Romaric 71), Kolo
Toure, Guy Demel, Siaka Tiene, Didier Zokora, Yaya Toure, Cheik Tiote,
Salomon Kalou (Keita 67), Didier Drogba, Aruna Dindane (Gervinho 55)
Kaka Diusir Wasit, Brasil Tetap Lolos ke 16 Besar
Editor: Iwan Apriansyah
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan