TRIBUNNEWS.COM, JOHANNESBURG -
Pelatih Italia Marcello Lippi menolak jika tim pilihannya dianggap
kurang kompetitif. Ia tidak salah memilih pemain karena semua pemain
yang dibawanya saat ini adalah yang terbaik dari Italia.
Hingga
putaran kedua penyisihan grup Piala Dunia 2010, "Gli Azzurri" sama
sekali belum meraih kemenangan. Juara bertahan tersebut hanya meraih
hasil seri lawan Paraguay dan Selandia Baru. Dalam dua pertandingan itu,
Italia selalu tertinggal lebih dulu dan sangat kesulitan mencetak gol
tambahan.
Di hadapan wartawan, Lippi menegaskan bahwa
pemain-pemain yang ia bawa ke Afrika Selatan sudah memenuhi harapan yang
ia inginkan. Ia membantah pemilihan pemain itu hanya dilakukan atas
dasar kesukaannya terhadap sang pemain, tanpa mempertimbangkan kemampuan
pemain lain seperti Antonio Cassano.
"Kami punya pencetak gol
super di liga seperti Alberto Gilardino, Vincenzo Iaquinta kembali
bugar, dan kami punya Mauro Camoranesi juga," kata Lippi setelah ditahan
imbang 1-1 oleh Selandia Baru, Minggu (20/6/2010).
"Saya rasa
kami tak punya masalah di sektor itu. Kami berusaha mencari hal-hal yang
tak berjalan. Saya sangat yakin, kami tidak meninggalkan pemain-pemain
fenomenal di Italia. Saya memilih pemain-pemain ini dan saya masih
percaya kepada mereka," tegasnya.
Lippi menegaskan, Italia tidak
perlu panik dengan hasil yang diperoleh saat ini. Meski belum tentu
bisa finis sebagai juara Grup E, "La Nazionale" masih punya kesempatan
lolos ke 16 besar dengan mengalahkan Slowakia di laga terakhir fase grup
pekan depan.
"Kami tidak panik sama sekali, kami hanya merasa
menyesal karena kami tidak memenangi satu laga yang seharusnya kami
menangi," tambah mantan Pelatih Juventus tersebut.
"Kami bermain di
setengah lapangan musuh. Kami menyerang dari segala sisi dan kami
memperlihatkan kehebatan kekuatan kami. Mungkin mereka tak semenarik
yang Anda inginkan."
Dalam duel lawan Slowakia nanti, Italia
akan menghadapi masalah baru karena gelandang Daniele De Rossi harus
absen karena akumulasi kartu kuning. Dalam dua laga sebelumnya, pemain
AS Roma itu selalu menjadi man of the match dan menyelamatkan penampilan
timnya. (FIFA)
Baca tanpa iklan