PORT ELIZABETH — Brasil dan Belanda adalah
tim-tim bertradisi sepak bola bagus di dunia, terutama sejak tahun
1970-an. Namun, sementara Brasil memetik gelar juara dunia ketiga mereka
pada awal dekade itu, Belanda cuma puas dengan dua gelar runner-up.
Setelah
periode itu, Pele, Garrincha, dan Jairzinho masih menambahkan dua gelar
lagi dan Belanda masih belum meraih apa-apa.
Kenyataan itu
membuat Belanda selalu tampak lapar di Piala Dunia dari masa ke masa.
Misi itu juga yang mereka bawa saat bertemu Brasil di babak perempat
final, Jumat (2/7/2010).
Di Piala Dunia ini, Belanda telah
mengarungi empat pertandingan dengan rekor kemenangan seratus persen.
Ini merupakan modal bagus menghadapi Brasil, yang dari empat laga
terakhirnya membukukan tiga kemenangan dan satu hasil imbang.
Hal
itu tak lepas dari performa tiga pemain depan mereka, yaitu Arjen
Robben, Wesley Sneijder, dan Dirk Kuyt. Ketiga pemain ini punya naluri
menyerang tinggi, bukan cuma soal mengumpan atau menembakkan bola,
tetapi juga dalam penempatan posisi.
Ketiga pemain itu merupakan
ancaman serius bagi bek-bek Brasil yang hobi membantu serangan,
termasuk Maicon dan Lucio. Padahal, di posisi yang mereka kawal itulah
pasukan "reaksi cepat" Belanda bekerja.
Meski begitu, Belanda
bukannya tanpa kelemahan. Fakta bahwa selama empat laga itu mereka telah
kebobolan tiga kali jelas merupakan lubang yang harus ditambal Bert van
Marwijk bila tak ingin dipermainkan serangan balik Brasil.
Dengan
materi pemain yang berkualitas nomor satu di semua lini, Brasil
menjanjikan bahaya dari setiap sisi lapangan. Menghadapi itu, Belanda
tampaknya harus rela melonggarkan ikatan tradisi total football mereka
karena Robinho dan Luis Fabiano jeli memanfaatkan kelengahan barisan
belakang, sekecil apa pun.
Mengingat di Piala Dunia ini Belanda
masih mengejar trofi pertama mereka, terbuka kemungkinan mereka akan
menomorduakan performa demi hasil. Asal bisa menjaga ketenangan, mereka
berpeluang menang.
Dari kubu Brasil, di tengah ambisi mengejar
gelar keenam, mereka sebetulnya juga terbebani harapan sukses. Carlos
Dunga harus punya cara untuk membuat pasukannya tetap tampil tenang
menghadapi "Clockwork Orange" yang mau berputar kencang.
Setidaknya,
Brasil jangan sampai menampakkan muka frustrasi, seperti saat kesulitan
mencetak gol ke gawang Korea Utara di babak penyisihan grup.
Secara
khusus, pertandingan ini akan menjadi panggung Sneijder dan Robinho.
Mereka telah menjalankan peran sebagai otak serangan dengan sangat baik.
Penampilan keduanya bisa sangat menentukan hasil akhir.
Dengan
begitu, sementara Belanda tampak lebih baik dalam mencetak gol, lini
belakang mereka masih merupakan makanan empuk buat Brasil. Namun, bila
John Heitinga dkk bisa tampil disiplin, Brasil-lah yang bakal terpaksa
memeras keringat mengeluarkan potensi terbaik mereka. (*)
Data
dan Fakta Pertandingan
BELANDA vs BRASIL
Stadion Nelson
Mandela Bay, Port Elizabet, Jumat (2/7/2010)
SIARAN LANGSUNG:
RCTI
Jumat (2/7/2010), pukul 21.00 WIB
Perkiraan
susunan pemain:
Belanda (4-2-3-1): Stekelenburg; Van der
Wiel, Heitinga, Mathijsen, Van Bronckhorst; Van Bommel, De Jong; Robben,
Sneijder, Kuyt; Van Persie
Brasil (4-2-3-1): Julio
Cesar; Maicon, Lucio, Juan, Michel Bastos; Gilberto Silva, Melo; Dani
Alves, Kaka, Robinho; Luis Fabiano
Wasit: Yuichi Nishimura (Jepang)
Rekor
pertemuan:
1999 Persahabatan Belanda 2-2 Brasil
1999
Persahabatan Brasil 3-1 Belanda
1999 Persahabatan Brasil 2-2 Belanda
1998
Piala Dunia Brasil 1-1 Belanda (Brasil menang penalti)
1996
Persahabatan Belanda 2-2 Brasil
1994 Piala Dunia Brasil 3-2 Belanda
1989
Persahabatan Belanda 0-1 Brasil
1974 Piala Dunia Belanda 1-0 Brasil
1963
Persahabatan Belanda 1-0 Brasil
Rekaman pertandingan
terakhir
Belanda:
28-06-2010 Belanda 2-1 Slowakia
25-06-2010
Belanda 2-1 Kamerun
19-06-2010 Belanda 1-0 Jepang
14-06-2010
Belanda 2-0 Denmark
05-06-2010 Belanda 6-1 Hongaria
Brasil
29-06-2010
Brasil 3-0 Cile
25-06-2010 Brasil 0-0 Portugal
21-06-2010
Brasil 3-1 Pantai Gading
16-06-2010 Brasil 2-1 Korea
Utara
07-06-2010 Tanzania 1-5 Brasil
Singa Eropa Itu Berharap Trofi Pertama
Editor: Iwan Apriansyah
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan