"Kami ingin menggunakan ban kapten kami untuk mempertahankan nilai yang selama ini kami pegang di Timnas Nasional Jerman," dikutip Tribunnews dari akun instagram @dfb_team.
"Yakni perihal keberagaman dan saling menghormati, kami ingin suara kami didengar, ini bukan pernyataan politik tapi hak asasi manusia yang dinegosiasikan,"
"Melarang kami memakai ban kapten itu (One Love) seperti membungkam kami," tulisnya.
Tindakan lain yang dilakukan Jerman dalam mendukung LGBT juga dilakukan Menteri Dalam Negeri negara tersebut saat mengenakan ban kapten One Love saat menonton laga melawan Jepang.
Mendagri Jerman yang bernama Nancy Faeser terlihat mengenakan ban kapten One Love saat mendukung timnya melawan Jepang.
Bahkan, Nancy Faeser mengenakan ban kapten itu tepat disamping Gianni Infantino yang berstatus sebagai Presiden FIFA.
Pemandangan tak biasa itulah yang menjadi sorotan Piala Dunia 2022 dimana ada pertaruhan Jerman mendukung LGBT.
Disisi lain, Qatar selaku tuan rumah juga melakukan hal menarik dimana beberapa pejabatnya mengenakan lambang Palestina di stadion.
Menariknya, momen tersebut dilakukan beberapa pejabat Qatar tepat pada laga antara Jerman vs Jepang, tadi malam.
Apa yang dilakukan beberapa pejabat Qatar itu seakan menjadi tanda dukungan mereka terhadap kemerdekaan yang saat ini masih diperjuangkan Palestina.
Hingga pada akhirnya, dua hall yang tak biasa itupun akhirnya menjadi sorotan banyak.
Tak sedikit yang mengartikan bahwa Piala Dunia edisi kali ini menjadi pertaruhan ideologi LGBT dengan Kemerdekaan Palestina.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)