News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

ramadan 2026

Puasa dan Hakikat Silaturahim, Bagaimana Jika Memaafkan Tapi Tak Bisa Lupakan Kesalahan Orang Lain?

Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi salaman Puasa diharapkan juga untuk menggapai kekuatan silaturrahim. 

Oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puasa diharapkan juga untuk menggapai kekuatan silaturrahim. 

Hal ini diingatkan Menteri Agama Nasaruddin Umar melalui tulisannya di Mutiara Ramadan Tribunnews.com. 

Kata Nabi, silaturrahim memperpanjang umur. Pernyataannya yang lain, silaturrahim memperbanyak rezki. 

Dari kedua hadis ini tersirat sesuatu yang luar biasa, seolah-olah Allah SWT membukakan rahasianya kepada kita. 

Bukankah umur dan rezki menurut ayat dan hadis merupakan rahasia dan ditentukan langsung oleh Allah SWT. Ada orang kaya yang sakit berikhtiyar sampai keliling dunia mencari dokter superspesialis tetapi nyawanya tidak tertolong. 

Sementara ada orang miskin terdera cancer ganas bertahun-tahun masih tetap menjalankan aktivitas rutinnya. 

Ada orang mandi keringat setiap hari mencari rezki tetapi pendapatannya pas-pasan. 

Sementara ada orang sekali menggores tandatangan datang rezki bermiliar-miliar. Inilah tantangan kita di masa depan yang harus dituntaskan.

Kata silaturahim tersusun dari dua kata, yaitu shilah berarti menghubungkan, to connect, dan rahim kasih saying, unconditional love.  

Menjalin kasih saying satu sama lain itulah hakekat silaturrahim. Menjalin silaturrahim bukan hanya dengan sesama manusia, atau sesama orang hidup, tetapi silaturrahim juga dilakukan dengan sesame makhluk (ukhuwwah makhluqiyyah), baik manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan atau benda mati (tapi ingat: 

Tidak ada benda mati dalam kamus Tuhan, “semuanya bertasbih”). Silaturrahim juga bukan hanya sesame orang hidup tetapi juga dengan keluarga dan handaitolan yang sudah mendahului kita.

Nabi banyak mencontohkan silaturrahim dengan makhluk non-manusia. Nabi Sulaiman bersahabat dengan binatang, burung, dan ikan liar. Ia juga bersahabat dengan angina, jin, dan malaikat. 

Mereka semua membantu menyelesaikan problem dan tantangan yang dihadapinya. Sufi perempuan Rabi’ah al-‘Adawiyah jega bersahabat dengan binatang buas dan burung liar, seperti halnya bisa kita saksikan kekhususan yang dimiliki oleh para pawing binatang buas. 

Imam al-Agazali, Ibnu ‘Arabi di antara gurunya adalah roh nabi dan para auliya yang wafat jauh sebelum masa hidupnya. Nabi Muhammad memberi nama terhadap binatang peralatan sehari-harinya, seperti unta, kuda, cangkir, dan sisir. Ia juga mengajari kita memberi salam kepada rumah kosong dan kuburan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini