News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bocah Perokok

Dulu Sehari Dua Bungkus Rokok

Editor: Tjatur Wisanggeni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM, MALANG -- Mujiati dan Mulud Riadi (orantua Sandi) mengaku asal mula Sandi jadi perokok berat karena tidak mampu menyekolahkan Sandi karena  terbentur biaya.

 ”Namun, sejak dia berteman dengan Sinyo, Sandi agak berubah. Kini dia jarang merokok. Kalau dulu sampai dua bungkus sehari, kini tak sampai satu bungkus,” kata Mulud

Hal itu juga diakui  Kak Seto bahwa  Sinyo merupakan kunci perubahan positif bagi Sandi. ”Bocah itu sangat menurut dengan teman barunya ini. Karena itu, saya berharap Sinyo dan masyarakat sekitar terus mendorong bocah ini ke arah positif, sehingga dapat kembali ke dunia anak-anak,” pintanya.

Menurut Kak Seto, Komnas Perlindungan Anak tetap akan melakukan pendampingan terhadap Sandi dengan melibatkan sejumlah psikolog anak.  Namun, untuk pendampingan lebih intensif diserahkan ke LPA Jatim dan Malang. Kata Kak Seto, di Indonesia ada 12 bocah yang mempunyai kasus seperti Sandi.

Diungkapkan Kak Seto, sebenarnya Sandi sangat komunikatif, cerdas, dan punya kepercayaan diri. Karena itu, Kak Seto yakin Sandi akan kembali ke dunia anak-anak, apabila masyarakat sekelilingnya tak mengajari hal-hal negatif.

Sebelumnya, Kak Seto, sapaan Seto Mulyadi sempat gagal menemui Sandi dan kedua orangtuanya. Siang itu Sandi telah pergi bersama teman barunya, Hartanto alias Sinyo, 25, sedang Mulud Riadi, 47, ayah Sandi, mengantarkan berobat istrinya, Mujiati, 41, ke Puskesmas.

Memang, begitu mendengar kebiasaan Sandi merokok disebut masuk kategori kekerasan terhadap anak, dan orangtuanya dapat diancam hukuman penjara, Mujiati langsung shock dan sakit.

Mengetahui Sandi dan orangtuanya tidak di rumah, Kak Seto meminta pemuda setempat, Amir Pesek, 20, untuk mengantarkan ke rumah Sinyo di Jalan Kalimantan. Tanpa mengenakan helm, Kak Seto dibonceng Amir menggunakan sepada motor menuju rumah Sinyo yang berjarak sekitar 300 meter.

Ternyata di rumah Sinyo yang juga digunakan tempat usaha pengiriman paket itu, Kak Seto kembali gagal menemukan Sandi. Informasinya, Sinyo juga sempat ketakutan dengan datangnya Komnas Perlindungan Anak, sehingga dia cepat-cepat mengajak Sandi keluar rumah.

Akhirnya Kak Seto bisa membuat janji pertemuan dengan Sinyo bersama Sandi. Mereka juga sepakat pertemuan dilakukan tertutup di suatu tempat.  Informasinya, mereka bertemu di sebuah rumah makan dekat rumah sakit di Jalan  Sulawesi. Hanya saja pertemuan tak digelar di ruang makan, tapi di sebuah  kamar di rumah makan itu.

Pertemuan hanya berlangsung sekitar 15 menit. Menurut Amir Pesek, pemuda yang mengantar Kak Seto dengan sepada motor, awalnya Kak Seto langsung menyapa Sandi yang saat itu lagi duduk santai bermain telepon seluler. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini