Laporan Wartawan Tribun Manado Robertus Rimawan P
TRIBUNNEWS.COM, MINAHASA UTARA - Petugas Kepolisian Resor Minahasa Utara, Sulawesi Utara, menahan tiga pria berlogat Melayu. Seorang di antaranya tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP). Dia juga memiliki fotokopi paspor tapi tidak sesuai dengan identitasnya.
Ketiga pria itu digiring petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke kantor polisi, Kamis (6/5/2010), lantaran mencurigai gerak-gerik mereka. Mereka diamankan saat berkeliling sambil berjualan minyak gosok.
"Saat jualan minyak gosok, gerak-gerik mencurigakan, kami tanya tak ber-KTP dan logat bahasanya Malaysia," kata Noldy Torar, anggota Satpol PP yang bertugas di gedung DPRD Minut.
Menurut Noldy, penjual tersebut kemudian menunjukkan foto kopi paspor setelah diperiksa, foto diri di paspor, tak sesuai dengan wajahnya. Kecurigaan makin bertambah, akhirnya, ia bersama seorang petugas Satpol PP lainnya, Rence F Longdong berinisiatif membawa ke Pemkab Minut, dan atas perintah Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Minut, Drs Rudy Umboh, penjual minyak gosok tersebut digiring ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan ditemui langsung oleh Kepala Badan, Sigar SH MH.
Noldy menambahkan, setelah dicek dan ditanyakan identitas, oleh Kepala Kesbangpol, berdasarkan keterangan di paspor tersebut, yang bersangkutan malah menyebut tanggal, bulan, dan tahun lahir yang berbeda dari yang tertera pada paspor. Akhirnya Badan Kesbangpol Minut merekomendasikan orang tersebut dibawa ke Polres Minut untuk menjalani pemeriksaan.
Saat ditemui Tribun Manado, di ruang Satintelkam Polres Minut, pria yang tak memiliki KTP dan berpaspor palsu tersebut mengaku bernama asli Muhtarudin (31), sedangkan nama di paspor Ijam Pratama. "Itu memang bukan nama saya, karena saat membuat paspor supaya cepat saya memakai nama orang lain, yang memiliki alamat jelas dengan biaya Rp 1,1 juta," kata Muhtar yang mengaku berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Paspor itu, menurutnya, ia gunakan untuk masuk ke Malaysia dan bekerja di kebun kelapa sawit. Pria yang fasih berbahasa Melayu ini mengaku tak memiliki KTP karena mahal. Menurutnya, untuk membuat KTP butuh biaya Rp 170 ribu. Padahal uang segitu bisa digunakan untuk biaya transportasi. Muhtar mengatakan, uang yang dibutuhkan dari NTB ke Gorontalo, hingga Sulawesi Utara, sekitar Rp 450 ribu.
"Baru kali ini saya ke sini (Minut), saya tinggal di hotel yang murah di Bitung dengan harga Rp 35 ribu berempat tiap hari," imbuhnya.
Uang modal dengan hasil yang didapatkan dari menjual, beberapa jenis obat gosok untuk penyakit dalam, menurutnya, cukup dan bisa untuk membiayai kebutuhan keluarganya di NTB.
Agus (32), rekan Muhtar yang menunggu giliran diperiksa, menambahkan, tujuan mereka kemari benar-benar untuk mencari uang demi memenuhi kebutuhan keluarga. Menurutnya, Muhtar dan rekan satunya yang sementara diperiksa, Firman (32), bertempat tinggal di lingkungan yang sama. "Dia (Firman) malah kakak iparnya Muhtar," kata Agus.
Sementara itu, Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polres Minut, Kompol E Sitanggang SIK, mengaku ketiga orang yang diperiksa merupakan sebuah proses yang wajib dilakukan. Menurutnya, Polres tak bisa asal menahan seseorang, tanpa bukti, karena ketika dibawa ke Polres, belum ditemui pelanggaran hukum.
"Masalahnya, hanya ada yang tak miliki KTP, kami periksa secara lengkap, foto dan sidik jari, untuk mengantisipasi," kata Sitanggang.
Menurutnya, Polres melakukan pemeriksaan secara teliti, dan menimbang setiap jawaban dari yang bersangkutan. "Kami teliti, apakah hasil jualannya sesuai dengan modal yang dikeluarkan, kalau tidak apakah ada tujuan lainnya," kata Kabagops.
Namun menjadi bagian dari catatan kepolisian, untuk mengantisiapasi tindak-tindak kriminal, atau gangguan ketertiban. Ia berharap, kedepan, dengan adanya peristiwa ini Dinas Catatan Sipil dan Kependudukkan setempat, agar lebih memberikan sosialisasi pada warga yang akan bepergian jauh, untuk membuat KTP, agar tak menemui kesulitan.
Polisi Tahan Tiga Orang Berlogat Melayu
Editor: Anton
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan