Laporan wartawan Pos Kupang
TRIBUNNEWS.COM, ATAMBUA -- Mantan Bupati Belu, Drs. Marselus Bere tewas akibat ditabrak sepeda motor ojek yang melaju kencang di Kilometer 2 jurusan Atambua-Kupang. Bere meninggal dunia dalam penerbangan Atambua-Kupang dengan pesawat carteran.
Tabrakan maut itu terjadi hari Jumat (28/5/2010) sekitar pukul 18.30 Wita. Saat itu korban baru kembali dari sebuah kios dan sedang menyebrangi jalan untuk kembali ke rumahnya. Di saat bersamaan, tukang ojek Jose Pergerino Soares alias Atoi melaju dengan sepeda motornya menabrak korban hingga terpental. Kepala korban membentur aspal.
Warga setempat menolong korban dengan melarikannya ke RSUD Atambua. Bupati Belu periode 1999-2004 itu sempat dirawat di rumah sakit itu, pasa kejadian sampai hari Sabtu Sabtu (29/5/2010) pukul 13.30 Wita. Namun karena kondisinya semakin mengkhawatirkan, korban diterbangkan ke Kupang menggunakan pesawat carteran, untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit di Surabaya. Namun dalam perjalanan, korban menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Kepala Satlantas Polres Belu, Iptu Apolinario da Silva yang dikonfirmasi melalui Kepala Bagian Operasional (KBO), Ipda Sudirman mengatakan, kecelakaan lalu lintas (lakalantas) itu terjadi saat korban pulang dari kios di dekat rumahnya dan menyeberangi jalan. Saat bersamaan sepeda motor yang dikendarai tukang ojek, Jose Pergerino Soares alias Atoi melaju dengan kecepatan sekitar 60 kilometer/jam menggunakan persneling 4.
Sepeda motor SPM Jupiter MX warna hitam nomor polisi DH 4638 XX itu tidak mampu dikendalikan pengendaranya sampai menyambar korban hingga terpental dan jatuh membentur aspal. Korban langsung dilarikan warga sekitar lokasi kejadian ke RSUD Atambua untuk dirawat.
"Sesaat setelah ditabrak, korban masih hidup. Memang kepala korban mengalami benturan keras sehingga tidak menyadarkan diri. Saya mendapat laporan tadi (Sabtu, 29/5/2010) pukul 16.00 Wita) bahwa korban dirujuk ke Kupang namun meninggal dunia dalam perjalanan," kata Sudirman.
Sedangkan tukang ojek, Atoi, kata Sudirman sudah diamankan di Mapolres Belu untuk dimintai keterangannya dan diambil tindakan sesuai hukum yang berlaku.
Direktur RSUD Atambua, dr. Jhon Taolin yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan, saat korban dibawa ke rumah sakit itu, kondisinya sudah sangat kritis. Terdapat luka serius akibat benturan pada bagian kepala dan selama dalam perawatan kondisi korban terus menurun.
"Beliau mengalami luka serius pada bagian kepala. Kami rawat sejak kejadian sampai hari Sabtu (29/5/2010) pukul 13.30 Wita dan karena kondisi korban terus menurun maka dirujuk ke Surabaya. Beliau diterbangkan dari Atambua dengan pesawat carteran namun dalam perjalanan korban menghembuskan nafasnya yang terakhir sekitar pukul 14.30 Wita. Informasi yang saya terima jenazahnya disemayamkan sementara di Kupang," kata Taolin.
Menurut Januarius Seran, salah satu kerabat dekat korban yang ditemui di rumah duka di Jalan Bundaran PU-Kota Kupang, kemarin, mengatakan, korban menghembuskan nafasnya yang terakhir sekitar 15 menit sebelum pesawat mendarat di Bandara El Tari- Kupang.
"Beliau meninggal di tangan saya sebelum pesawat mendarat di Bandara El Tari Kupang," kata Seran.
Menurut dia, saat dirawat di RSUD Atambua, pihak rumah sakit setempat merujuknya ke Surabaya karena kondisi keterbatasan peralatan kesehatan untuk menolong korban.
Pihak keluarga, kata Seran, menurut rencana akan membawa jenazah almarhum ke Atambua, Senin (31/5/2010) untuk dimakamkan di Kamanasa, Betun, Kabupaten Belu. "Jenazah selama dua hari disemayamkan di Kupang karena menunggu kedua anaknya yang ada di Jawa yang akan tiba besok (hari ini, Red," kata Seran.
Almarhum meninggalkan seorang istri, Ny. Sisilia Wetri dan dua orang anak, Sofi dan Adi. Selepas dari jabatan Bupati Belu, almarhum aktif di gereja dan sibuk megurus budidaya jarak pagar. Dia juga aktif mengajar sebagai dosen terbang di STISIP Fajar-Atambua.
Sesepuh masyarakat Malaka ini sedang menggarap buku tentang kebudayaan masyarakat Belu. Namun sebelum buku itu rampung digarap, almarhum keburu pergi untuk selamanya.
Semasa hidupnya, almarhum memangku beberapa jabatan penting di pemerintahan, seperti Sekda Kabupaten Alor dan Kepala BPMD Propinsi NTT. (yon/ben)
Mantan Bupati Belu Tewas Ditabrak Ojek
Editor: Prawira
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan