TRIBUNNEWS.COM, SUMENEP -- Isu penculikan anak di Jawa Timur berujung main hakim sendiri. Bahkan Kapolres pun nyaris menjadi korban isu yang tidak jelas sumber isu SMS tersebut.
Di Desa Gedang Gedang, Kecamatan Batu Putih, sebuah mobil Avanza nyaris jadi korban, Minggu (18/7/2010) malam. Selama ini, mobil Avanza dan APV memang selalu disebut-sebut dalam SMS berantai itu sebagai mobil-mobil yang dipakai penculik.
“Nyaris saja dibakar warga, tapi untung pemiliknya dan rekan dia segera datang. Ternyata pemiliknya orang Sumenep, yakni warga Desa Legung, Kecamatan Batang-Batang,” kata Etto, warga Desa Gedang Gedang.
Sebelumnya, saking paranoid-nya, di Desa Andulang, Kecamatan Gapura, Sumenep, seorang pria ditangkap dan dihajar warga karena dicurigai sebagai penculik. Ternyata pria yang tak menggubris saat ditegur warga itu, baru diketahui sebagai orang tidak waras.
Sejauh ini, selain yang di Sumenep, setidaknya ada dua lagi orang yang jadi korban akibat isu tak bertanggung jawab tentang penculikan anak itu. Pada 12 Juli lalu, AKP Sidik Haribowo, Kapolsek Grabakan, Tuban, dikejar ratusan warga karena juga dikira penculik.
Saat itu, kapolsek sebetulnya sedang membantu rombongan orang dari Surabaya yang naik mobil Xenia (yang bodinya mirip Avanza) dan hendak mencari pengobatan alternatif di Desa Ngrejeng, Kecamatan Grabagan.
Warga yang melihat mobil itu kerap berhenti dan bertanya-tanya, mulai curiga. Apalagi setelah dilihat di dalam mobil ada sejumlah kembang dan kain mori. Padahal, kembang dan kain itu untuk syarat pengobatan alternatif. Ketika warga hendak beraksi, kapolsek yang kebetulan lewat, datang menolong.
Tak dinyana, warga yang sepertinya tak mengenal kapolsek, makin curiga. Karena situasi tak aman, kapolsek mengambil alih kemudi Xenia dan melarikannya. Mobil yang disopiri kapolsek dan rombongan dari Surabaya itu dikejar ratusan warga dengan bersepeda motor. Baru sesampai di Mapolres Tuban, massa pengejar berhasil dihalau setelah polisi melepas dua kali tembakan.
Korban lain isu penculikan itu adalah Samudin, 70. Warga Tamanan, Bondowoso itu dihajar massa pada 14 Juli lalu karena dikira penculik anak. Setelah diserahkan ke Polres Situbondo, diketahui bahwa Samudin ternyata bukanlah penculik, tapi pemulung sampah. (surya)
Kapolsek dan Orang Gila pun Jadi Korban
Editor: Tjatur Wisanggeni
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan