TRIBUNNEWS.COM, KUALAKAPUAS —
Pemberitaan adanya pelarangan jilbab di SMPN 4 Selat, Kabupaten
Kualakapuas, Kalimantan Tengah, mendapat respons Bupati HM Mawardi.
Bahkan, dia langsung datang ke sekolah itu untuk meminta penjelasan.
Turun
dari mobilnya, HM Mawardi bergegas menuju ruang tamu Kepala SMPN 4
Selat Ragus Rumbang. Turut menyertai Bupati, Asisten III Johansyah MD
Atuk dan Kepala Dinas Pendidikan Fredrik Timbung.
"Saya mau tahu
kenapa sampai ada larangan kepada siswi untuk berjilbab," ujar Mawardi
sesaat setelah duduk dengan raut tegang.
Ragus yang ketika itu
juga terlihat tegang menyatakan pihaknya tidak pernah melakukan
pelarangan bagi siswinya untuk mengenakan jilbab.
Pernyataan Ragus
yang berbeda dengan ucapannya kepada beberapa media itu membuat semua
yang hadir kaget. Padahal, sebelumnya dia beralasan bahwa keputusan itu
sebagai kebijakan otonomi sekolah meski pemerintah tidak melakukan
pelarangan terkait masalah tersebut.
Ini dilontarkan ketika
diklarifikasi terkait keluhan yang menyebut adanya pelarangan memakai
jilbab bagi siswa Muslim di SMPN 4 Selat.
Ragus ketika itu juga
menyebut keinginan untuk memberikan keseragaman dan tidak terjadi
pengotakan atau kelompok antara siswa Muslim dan non-Muslim.
Namun,
ketika rekaman wawancara diputar, Ragus yang juga ketua PGRI Kapuas
melunak. Dia pun mengaku saat itu merasa terpojok dengan pertanyaan yang
diajukan.
"Sekarang luruskan pernyataan saudara kepada wartawan.
Kalau tidak, saya akan minta Kepala Dinas Pendidikan yang mengurusnya,"
kata Mawardi.
Selain bertemu dengan pihak sekolah, Mawardi pada
kesempatan itu juga menyempatkan diri berbincang dengan siswa yang
Muslim sambil menanyakan pelarangan pemakaian jilbab bagi siswa.
Tak
satu pun siswa yang mengakuinya dan di sekolah itu juga tidak ada
seorang siswi yang berjilbab, kecuali beberapa guru perempuan.
"Pak
Ragus harus meluruskan pernyataan yang sebelumya. Dari hasil observasi
saya ke seluruh siswa dan guru, kesimpulannya tidak ada (pelarangan
itu). Namun, yang saya tahu, itu pernyataannya Pak Ragus dan Saudara
harus meminta maaf," kata Mawardi.
"Saya meluruskan, tidak ada
larangan memakai jilbab. Ini mengklarifikasi (pernyataan) sebelumnya.
Saya mohon maaf karena kemarin keceplosan. Saya jarang menghadapi
wartawan karena biasa mengurusi pendidikan," katanya. (ami)
Baca tanpa iklan