News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wartawan Kompas Meninggal

Hujan Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Syaiful

Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jenazah M Syaifullah, wartawan Kompas, saat tiba di rumah duka di Timpang Talu Kota Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (27/7/2010) pagi

Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Syaiful Akhyar/Rahmawandi

TRIBUNNEWS.COM, KANDANGAN
- Suara sirine terdengar memecah kesunyian Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalimantan Selatan (Kalsel) Selasa (27/7/2010) pagi. Saat itu, dua mobil salah satunya ambulans terlihat beriringan memasuki rumah orangtua M Syaifullah, wartawan Kompas.

Saat datang, jenazah yang sudah di dalam peti ini pun langsung dibawa ke dalam rumah untuk disaksikan pihak keluarga. Saat itu suasana haru terlihat. Hujan tangis pun tak terelakkan lagi.

Hj Mahrita, ibu Syaiful yang  semula tegar pun tak kuasa menahan tangis saat dua cucunya Dila dan Naja menangis sedih melihat jenazah ayahnya itu ditemani istri almarhum Isnainijah Sri Rohmani. Nenek dan cucu ini berpelukan erat sambil sesenggukan menangis, melihat sosok yang mereka sayangi untuk kali terakhir sebelum dimakamkan pagi ini.

Di tengah isak tangis, dengan tegar Isnaniah lah yang terlihat sangat tabah. Dia berusaha tegar ketika anak dan mertuanya larut dalam kesedihan. Lamat-lamat terdengar, dia mengatakan pada dua buah hatinya agar minta maaf pada ayahnya. Sontak keharuan ini menyulut isak tangis para pelayat yang memenuhi rumah duka di Jalan Simpang Lima Tumpang Talu Kandangan.

Syaiful adalah anak tertua dari pasangan H Sabran dan Hj Mahrita. Kedua adiknya, Noor Aida (37) yang psikiater RSCM Jakarta dan Gajali Rahman (26), lulusan arsitek Unlam Banjarbaru.

Jenazah Iful diberangkatkan ke Banjarmasin lewat jalan darat diiringi istri, kedua anaknya, serta seluruh rekan-rekannya meninggalkan rumah sakit sejak Senin (26/7/2010) sekitar pukul 21.15 Wita.

Turut serta dalam rombongan tersebut adalah Trias Kuncahyono, Wakil Pemimpin Redaksi Kompas; Hariyadi, Redaktur Biro Daerah Kompas; Tri Haryono, Sancuk, dan Achmad Subechi, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim. Rencananya, jenazah melewati penyeberangan fery Balikpapan-Penajam sebelum kembali melanjutkan jalan darat ke Kandangan melalui Penajam.

Syaifullah bergabung ke Kompas tahun 1999. Dia meninggalkan satu istri dan dua anak. Syaifullah atau FUL dikenal sebagai wartawan yang bersemangat, rajin, dan peduli pada lingkungan. Banyak tulisannya yang berisi keprihatinan tentang kerusakan alam di Kalimantan.

Selama menjadi wartawan Kompas, Syaifullah banyak bertugas di wilayah Kalimantan, mulai dari Samarinda, kemudian ke Pontianak, Banjarmasin, lalu menjadi Kepala Biro wilayah Kalimantan dan tinggal di Balikpapan. Syaifullah merupakan kelahiran Hulu Sungai Selatan, Kalsel, itu merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini