Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Syaiful Akhar
TRIBUNNEWS.COM, KANDANGAN - Kepergian M Syaifullah, wartawan Kompas yang tiba-tiba begitu mengejutkan tak hanya menimbulkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepergian ini pun membuat teman sepermainannya di Kandangan juga rekan jurnalis di Kalsel tak percaya.
"Rasanya saya masih tak percaya dengan kepergian Iful yang begitu cepat. Dia itu rajin olahraga, kalau pulang ke Kandangan selalu minta temani main tenis. Mengapa meninggalnya seperti itu?," ucap Jayin, tetangga sebelah rumah Iful di Kandangan yang juga teman sepermainan Iful.
Saat ditemui wartawan Banjarmasinpost (grup Tribun), Jayin baru saja membacakan doa dengan khusyuk untuk sahabatnya itu. Surah yasin dibacakan, sambil menunggu kedatangan jenazah. Dia tampak masih menunjukkan rasa percayanya, mengapa sampai Iful meninggal.
Ketidakpercayaan juga disampaikan Nanik Hayati, reporter Trans TV wilayah Kalsel. Nanik memang kerapkali memang melakukan tugas jurnalistiknya bersama Iful.
"Sepertinya aku belum bisa mempercayai kalau bang Ful meningal dunia. Banyak kenangan liputan bersama beliau," kata ibu dua anak ini kepada Tribunnews.com.
Irfani Rahman, wartawan desk investigasi Banjarmasin Post pun mengungkapkan hal senada. Saat melihat tayangan salah satu televisi swasta yang menunjukkan gambar jasad Iful, Irfani langsung menuliskan rasa dukanya di wall Facebook M Syaifullah milik Iful.
"Gimana banjir Tanah Bumbu Fan. Itu suara terakhirnya saat menghubungiku menanyakan liputan banjir di Tanah Bumbu. Ternyata itu suara teakhirnya," ucap Ifan sedih.
Syaifullah bergabung ke Kompas tahun 1999. Dia meninggalkan satu
istri dan dua anak. Syaifullah atau FUL dikenal sebagai wartawan yang
bersemangat, rajin, dan peduli pada lingkungan. Banyak tulisannya yang
berisi keprihatinan tentang kerusakan alam di Kalimantan.
Selama
menjadi wartawan Kompas, Syaifullah banyak bertugas di wilayah
Kalimantan, mulai dari Samarinda, kemudian ke Pontianak, Banjarmasin,
lalu menjadi Kepala Biro wilayah Kalimantan dan tinggal di Balikpapan.
Syaifullah merupakan kelahiran Hulu Sungai Selatan, Kalsel, itu
merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS).
Rekan Syaiful Masih Tak Percaya
Editor: Anita K Wardhani
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan