News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wartawan Kompas Meninggal

Rekan Syaiful Masih Tak Percaya

Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wartawan Kompas almarhum Muhammad Syaifullah

Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Syaiful Akhar

TRIBUNNEWS.COM, KANDANGAN
- Kepergian M Syaifullah, wartawan Kompas yang tiba-tiba begitu mengejutkan tak hanya menimbulkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepergian ini pun membuat teman sepermainannya di Kandangan juga rekan jurnalis di Kalsel tak percaya.

"Rasanya saya masih tak percaya dengan kepergian Iful yang begitu cepat. Dia itu rajin olahraga, kalau pulang ke Kandangan selalu minta temani main tenis. Mengapa meninggalnya seperti itu?," ucap Jayin, tetangga sebelah rumah Iful di Kandangan yang juga teman sepermainan Iful.

Saat ditemui wartawan Banjarmasinpost (grup Tribun), Jayin baru saja membacakan doa dengan khusyuk untuk sahabatnya itu. Surah yasin dibacakan, sambil menunggu kedatangan jenazah. Dia tampak masih menunjukkan rasa percayanya, mengapa sampai Iful meninggal.

Ketidakpercayaan juga disampaikan Nanik Hayati, reporter Trans TV wilayah Kalsel. Nanik memang kerapkali memang melakukan tugas jurnalistiknya bersama Iful.

"Sepertinya aku belum bisa mempercayai kalau bang Ful meningal dunia. Banyak kenangan liputan bersama beliau," kata ibu dua anak ini kepada Tribunnews.com.

Irfani Rahman, wartawan desk investigasi Banjarmasin Post pun mengungkapkan hal senada. Saat melihat tayangan salah satu televisi swasta yang menunjukkan gambar jasad Iful, Irfani langsung menuliskan rasa dukanya di wall Facebook M Syaifullah milik Iful.

"Gimana banjir Tanah Bumbu Fan. Itu suara terakhirnya saat menghubungiku menanyakan liputan banjir di Tanah Bumbu. Ternyata itu suara teakhirnya," ucap Ifan sedih.

Syaifullah bergabung ke Kompas tahun 1999. Dia meninggalkan satu istri dan dua anak. Syaifullah atau FUL dikenal sebagai wartawan yang bersemangat, rajin, dan peduli pada lingkungan. Banyak tulisannya yang berisi keprihatinan tentang kerusakan alam di Kalimantan.

Selama menjadi wartawan Kompas, Syaifullah banyak bertugas di wilayah Kalimantan, mulai dari Samarinda, kemudian ke Pontianak, Banjarmasin, lalu menjadi Kepala Biro wilayah Kalimantan dan tinggal di Balikpapan. Syaifullah merupakan kelahiran Hulu Sungai Selatan, Kalsel, itu merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini