TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI - Dulu sosialisasi kondom di eks lokalisasi Semampir, Kota Kediri, sulitnya minta ampun. Butuh waktu kurang lebih tiga bulan, untuk menyadarkan para PSK dan pelanggannya agar mau memakai kondom. Para relawan harus terlibat selisih paham dan dimusuhi penghuni lokalisasi.
Hal itu yang dialami, Sarji, bersama beberapa temannya saat hendak menyosialisasikan wajib kondom di bekas lokalisasi Semapir. Demi kepeduliannya terhadap penyebaran penyakit yang membahayakan tersebut, dia rela dimusuhi oleh para PSK.
“Kalau pakai kondom yang tidak terasa Mas,” ujar Sarji, ditemui, Selasa (3/8/2010) siang di rumahnya, menirukan ejekan pengunjung ketika pertama kali menyosialisasikan wajib kondom di eks lokalisasi.
Sarji juga dimusuhi oleh para PSK penghuni wisma bekas lokalisasi. Sebab, para PSK merasa dengan adanya wajib pakai kondom tersebut, secara tidak langsung memengaruhi jumlah pelanggan.
Namun, keuletan dan kerja keras Sarji bersama teman-temannya yang peduli dengan bahaya penularan penyakit kelamin tersebut bukan tanpa hasil. Saat ini, Sarji dapat menerapkan wajib kondom bagi semua pengunjung di eks lokalisasi. “Sekarang, baik PSK maupun pengunjung sudah mulai sadar,” lanjut pria yang mulai mensosialisasikan wajib kondom sejak dua tahun lalu.
Kesadaran para pengunjung tersebut terlihat, sejak pihaknya berhasil menerapkan wajib kondom di eks lokalisasi tersebut. Meskipun secara praktiknya belum tentu dilakukan baik oleh PSK dan pengunjung, tetapi, setidak-tidaknya, telah diwajibkan bagi semua pengunjung untuk membeli kondom ketika memasuki area eks lokalisasi tersebut. “Di setiap pintu masuk ada petugasnya, masing-masing satu orang,” tambahnya.
Kini setiap bulan Sarji harus mendatangkan kondom sekitar 10.000 buah. Kondom itu, untuk memenuhi kebutuhan sekitar 180 PSK. “Bukan hanya pengunjungnya saja, setiap PSK juga kami berikan kondom di kamar masing-masing,” ungkapnya.
Itu sekelumit upaya menanggulangi penularan HIV/AIDS yang mulai meresahkan di Kediri. Hal sama juga dilakukan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kediri. Dalam upaya menekan penularan penyakit membahayakan tersebut, KPAD telah memberlakukan outlet kondom di Kota Kediri. Outlet kondom tersebut disebar di tiga kecamatan yang berada di Kota Kediri. Saat ini sudah ada 25 outlet yang mulai beroperasi. “Outlet tersebut kami sebar di daerah yang populasinya berisiko tinggi penularan penyakit tersebut,” kata anggota KPAD Kota Kediri Yulianto.
Dalam tiga bulan terakhir, mulai April, Mei, dan Juni, pihaknya telah mendistribusikan ribuan kondom ke outlet masing-masing. “Untuk April ada 3.029 kondom, bulan Mei sekitar 6.336 kondom, dan terakhir pada Juni lalu, kami mendistribusikan sekitar 5.184 kondom,” jelasnya. (surya)
Mampu Habiskan 10 Ribu Kondom Dalam Sebulan
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan