News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kerusuhan Buol

Polri Ajak Komnas Ham Selidiki Musabab Kerusuhan

Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Prawira
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Iskandar Hasan

Laporan wartawan Tribunnews.com, Vanroy Pakpahan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Polri mengaku akan membuka akses bagi lembaga-lembaga eksternal seperti Komnas HAM, Kompolnas dan LSM lain untuk ikut serta membantu melakukan investigasi penyebab insiden kerusuhan di Biau, Buol, Sulawesi Tengah, Selasa lalu.

"Kita buka akses, Komnas HAM yang mau datang, nanti ada tim Kompolnas dan lain-lain yang menyelidiki kasus ini, kita terbuka. Karena masalah hukum ini tidak bisa ditutup-tutupi," ujar Kadiv Humas Polri, Brigjen Pol Iskandar Hasan di Mabes polri, Kamis (2/9/2010). Keterbukaan khususnya terkait penyebab kematian tahanan bernama Kashmir yang diduga sebagai pemicu aksi karena dikabarkan meninggal karena dianiaya polisi. "Kita juga nggak 100 persen percaya (Kashmir meninggal karena bunuh diri sesuai versi polisi)," tuturnya.

Mabes Polri mengaku jajarannya tak menargetkan jangka waktu penyelesaian kasus itu. Tim investigasi dan penyidik hingga kini masih terus mengusut kasus itu.

Polri sendiri berharap kasus dan konflik ini tidak meluas ke ranah konflik politik. "Mudah-mudahan tidak ya. Kalau konflik politik, bisa berkepanjangan. Kita harapkan ini
selesai masalahnya. Siapa yang bersalah kita tangkap," katanya.

Kabarnya kerusuhan ini berkembang ke kelurahan lain? "Ya justru itu, sekarang kan Brimob sedang ditambah. Satu kompi dan dalmas polres tetangga untuk mengamankan karena jarak jauh dari polda," jawabnya.

Oleh karenanya, Polri mengimbau kepada masyarakat setempat untuk tidak terpancing oleh
provokasi pihak tertentu yang dipastikan berada di balik insiden itu. "Agar masalah tidak tambah keruh," tuturnya.

Polri juga memastikan jika aparatnya terus disiagakan mengamankan sekitar lokasi kejadian. Pasalnya, saat kerusuhan meletus dan sehari sesudahnya (kemarin) terjadi aksi sweeping dan perusaakan terhadap rumah anggota Polri di kampung warga, asrama Polri, bahkan hingga rumah Wakapolres.

"Kita sendiri nggak khawatir (Sweeping) banget ya. Untuk itu, kita turun untuk mengetahui kenapa sih bisa sampai meluas seperti itu," ucapnya.

Tadi malam nggak terlihat ada polisi? "Ya justru tadi malam itu kita jaga tempat tertentu, malah mereka serang tempat lain yang tidak disangka. Mungkin tadi malam anggota yang back up nggak full," ujarnya. (Tribunnews.com/Roy)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini