TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kontras mendesak pemerintah membentuk tim
independen guna mengungkap kasus kerusuhan di Buol, Sulawesi Tengah. Hal
tersebut dilakukan lantaran tim yang dibentuk oleh Wakapolri dianggap
belum cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Tim bentukan
Wakapolri belum cukup tapi inisiatif tetap kita hargai. Karena itu kita
minta pemerintah segera bentuk tim independen, " ujar Koordinator
Kontras, Haris Azhar saat jumpa pers di Kantor Kontras, Jakarta,
Sabtu (4/9/2010).
Menurut Haris, Komisi Kepolisian Nasional dan
Komnas HAM akan bergabung dalam tim tersebut, juga dari
masyarakat-masyarakat sipil baik di pemerintahan pusat maupun regional
Sulawesi.
"Kompolnas harus dilibatkan dan Komnas HAM
juga,Kompolnas untuk perbaikan institusi Polri, Komnas HAM untuk unsur
pelanggaran HAM, " jelasnya.
Lebih jauh lagi Haris mengatakan,
Pemerintah Daerah bisa lebih aktif mengambil inisiatif menciptakan
dialog dan mengambil koordinasi kerja kepolisian di Buol, Sulawesi
Tengah.
Sebelumnya, kerusuhan sterjadi sejak Selasa (31/8/2010)
sekitar pukul 21.00 WITA. Selepas tarawih, sekitar 3.000 warga datang
dari Kelurahan Biau, Leok, Kulango, dan Kali menyerbu kantor Polsek
Biau.
Warga tidak terima atas tewasnya salah satu rekan mereka bernama
Kasmir Timumun, seorang tukang ojek yang ditahan di Polsek Biau pada
Senin (30/8/2010).
Kasmir sendiri ditangkap karena menabrak anggota
polisi lalu lintas bernama Ridho saat polisi menggelar operasi
penertiban balapan liar di Kelurahan Komaligon pada Sabtu (28/8/2010)
malam.
Kontras: Pemerintah Harus Bentuk Tim Independen
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan