Laporan Wartawan Tribun Medan, Deny Sonhaji
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Banyaknya kritikan yang dilontarkan membuat Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri gerah. Menurutnya, tudiangan miring tentang dirinya dan personelnya selama ini tak beralasan.
"Kami ini bekerja serius, jadi jangan tuduh lagi kami yang aneh-aneh. Kami murni bekerja untuk masyarakat," kata mantan Kapolda Sumut itu saat berkunjung ke Mapolda Sumut, Senin (20/9).
Dia merasa salut, anggotanya tak mengenal lebaran saat bertugas. Bahkan saat ibu kandung Waka Densus 88 meninggal dunia, dia hanya cuti tiga hari lalu bergabung kembali dalam tim.
"Anggota saya nggak kenal lebaran. Bahkan Waka Densus ibunya meninggal dunia di Muaro Bungo hanyua tiga hari lalu bergabung lagi. Kami bekerja bukan untuk kepentingan siapapun murni untuk negara. Jadi jangan lagi tuduh kami yang aneh-aneh," katanya berulang-ulang.
Selain Waka Densus kata ia, Kombes Edy anggota Densus lainnya yang istrinya meninggal dunia saat tugas, namun cukup tiga hari dia kembali ke dalam tim. "Makanya jangan lagi ada komentar miring, saya mohon untuk itu," katanya berharap.
Dia mengatakan, semua kasus ini nantinya bermuara pada proses hukum, sehingga dapat dilihat kebenarannya. "Ini tidak ada rekayasa. Semua kasus ini nantinya akan berujung pada proses hukum. Ini saya pertegas dan pertanggungjawabkan sebagai Kapolri. Jangan pojokkan anak buah saya," katanya lagi.
Dikatakannya, risiko pengungkapan kasus ini tentunya adu kecepatan dalam menembak. Karenanya dia berharap jangan ada komentar miring saat personelnya menembak mati teroris. "Ini kecepatan, siapa yang didahului dan siap yang mendahului. Tapi selalu saja kami yang dipojokkan. Anak buah saya tewas di Bank CIMB Niaga siapa yang tanggungjawab kan kami juga, nah giliran kami menembak teroris lalu dipersalahkan," katanya mengeluh.
BHD Ngeluh Disebut Rekayasa Kasus
Editor: Kisdiantoro
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan