News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Perampokan Bank Niaga Medan

Densus Gerebek Tiga Warnet di Medan

Editor: Iwan Apriansyah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Perampok beraksi di Bank CIMB Niaga Medan, (18/8/2010).

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Untuk mengungkapkan kasus perampokan Bank CIMB Niaga dan terorisme, Densus dibantu aparat setempat juga telah menggerebek tiga warnet di berbagai lokasi di Medan.

Dalam penggerebakan di Warnet Artanet di Jl Ngumban Surbakti, Medan, polisi meringkus AS alias G (25), warga Karang Anyer, Jateng.
Mereka juga menangkap B (30), warga Lamongan, Jawa Timur.

Di jam yang sama juga ditangkap gembong teroris di Warnet Serasi, Jl Djamin Ginting, Medan, yakni N, warga Bangil, S (58), warga Sawangan, Jateng.

Petugas juga menggerebek di Warnet Kendari. Dalam penggerebakan itu  diamankan FRA (22), warga Bengkalis, Riau. Kemudian DIA (25), warga Langkat.

Di hari yang sama Tim Densus juga melakukan penggerebekan di Bandarlampung, yakni W alias P (31), warga Bandarlampung, dan HK alias A alias AS (25) warga Bandarlampung.

Al Qaeda Aceh
Kapolri juga menyebut kawanan perampok Bank CIMB Niaga Medan terkait kegiatan terorisme.

"Ini tidak murni kriminal sehingga penanganan kasus ini benar-benar dilakukan oleh Densus 88 dan mohon dipahami betul," ujar Bambang.

Ia menjelaskan, ada satu pelaku yang ditangkap hidup diketahui bernama Marwan alias Abah alias Beben alias Reza alias Watno yang mengaku sebagai Wakil Al Qaeda Aceh.

Dari penangkapan ini pula, Polri dapat mengungkap identitas dua orang tersngka teroris yang tertembak di Cawang, Jakarta Timur beberapa waktu lalu. "Mereka adalah Udin dan Hasbi yang memang keluarganya, oleh yang namanya Marwan alias Watno, dilarang mengambil jenazahnya. Waktu itu kita langsung kebumikan," ujarnya.

Menurut Kapolri, pengejaran terhadap pelaku perampokan Bank CIMB Niaga tersebut karena kasus itu terkait kasus latihan militer di Cijanto, Aceh, beberapa waktu lalu.

Karena itulah, ditugaskan Densus 88 Antiteror turun ke Sumut. Untuk kasus terorisme, kata Kapolri, SOP-nya sudah ditangani Densus 88, s ementara untuk Pidana Umum dapat dilakukan sejajaran Polda Sumut. "Ini bukan kriminal murni, ini hanya rangkaian peristiwa terorisme yang berhasil diungkap Densus 88," katanya.

Dari rangkaian tugas yang dilakukan kelompok teroris ini di Sumut, kelompok ini telah melakukan serangkaian perampokan di antaranya perampokan Money Changer di Belawan, BRI di Amplas 13 Juli 2010 dan perampokan lainnya.

Menurut mantan Kapolda Sumut itu, kelompok ini juga sudah mempersiapkan aksinya dalam waktu dekat di BRI di Tanjung Balai, tiga showroom dan Bank BRI di Kisaran.

"Semua ini dilakukan bersama kelompok-kelompok mereka di Sumut," katanya.

Dikatakannya, gembong ini juga tak cuma beraksi di Sumut, tapi juga di Lampung. "Mereka sudah siap membeli senpi dan granat di Lampung. Mereka digerakkan Mustofa atau Abu Tholud. Dia sebenarnya sudah pernah divonis 8 tahun, namun dapat remisi dan sudah keluar. Kini beraksi lagi. Dia masih DPO," kata Kapolri.

Kapolri menambahkan, rangkaian pengungkapan ini tidak hanya berhenti di sini saja. Tim masih terus mengejar 15 DPO lainnya. "Kasus ini tidak murni kriminal, sehingga penanganannya oleh Densus," tegasnya lagi.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini