BANDA ACEH, TRIBUNNEWS.COM -- Pelajaran
pahit bagi gadis ingusan yang cepat tergoda rayuan gombal pemuda bejat.
Sebut saja Mawar (16) seorang gadis ABG dari Kecamatan Peukan Bada, Aceh
Besar. Hanya kenal sekilas lalu akrab melampaui batas, Mawar akhirnya
menjadi piala bergilir komplotan lelaki bejat.
Petaka ini berawal saat gadis ingusan itu ditelepon oleh pemuda Mus yang selama ini
sering sms-an kala malam. Walau tanpa ikatan apapun, Mawar sukses
‘diangkat’ oleh Mus dengan sepeda motornya. Keduanya lalu menghabiskan hari
dengan berboncengan naik sepeda motor.
Pada kesempatan jelang
malam atau tepatnya di areal persawahan kawasan jalan Blang bintang
menuju Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), sepeda motor berhenti dan keduanya
melaju ke arah jambo blang (gubuk-red). Sudah dapat ditebak, Mus
‘memacu’ Mawar hingga keduanya terbang ke awan.
Ternyata Mus
memang sudah punya niat busuk, setelah sukses mengerjai Mawar, walau
gadis itu sempat melawan, ia berdalih isi minyak sepeda motor. Padahal ia
memberi tahukan pada temannya yang kini belum diketahui identitasnya,
tentang keberadaan Mawar sebagai mangsa empuk.
Sang sobat segera
berlari menuju areal gubuk dan mendapatkan Mawar sedang berdiri di sisi
jalan. Singkat cerita, Mawar kembali digelandang ke jambo blang dan lalu
kembali ‘diolah’.
Tragedi seks itu belum berakhir. Mus kembali
menghubungi seorang temannya yang dikenal dengan Adi, dengan dalih
disuruh menjemput Mawar di areal persawahan, karena Mus berdalih takut
razia polisi. Adi memang tidak sempat mengolah Mawar hingga tuntas, dan
ia akhirnya mengantar gadis ABG itu ke Lambaro.
Bak tongkat
estafet, Adi lalu menelpon Dedi (22), warga Kecamatan Blangbintang. Dan
Mawar pun kembali menjadi piala bergilir, dengan dinaikkan ke atas labi
labi Dedi. Bukan dipulangkan ke Peukan Bada, Mawar lalu diajak wet wet
(mutar mutar -red) kembali ke arah Blang Bintang.
Dedi lalu
memungkasi petualangan kelam Mawar dengan menjadi ‘algojo’ terakhir.
Setelah itu ia membawa Mawar duduk bersama temannya sambil minum tuak
bareng di kawasan seputaran Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) saat
jarum jam jelang tengah malam atau pukul 23.30 WIB.
Aparat Polsek
Inginjaya yang berpatroli menggaruk ketiganya, karena dinilai beprilaku
mencurigakan. Bahkan saat itu didapati sedang minum tuak. Setelah
dilakukan pemeriksaan lebih jauh, barulah terbongkar kasus yang menimpa
Mawar. Gadis kecil itu ternyata telah dijadikan ‘piala bergilir’
beberapa lelaki bejat.
Aparat Unit PPA Satreskrim Polresta Banda
Aceh, Kamis (14/10) siang, mengamankan Dedi serta kini telah dijebloskan
ke dalam sel, dengan bidikan pencabulan. Sementara tiga pelaku lain
bernama Mus, Adi serta seorang pelaku lain yang tidak diketahui namanya,
kini terus diburu oleh hamba hukum.
Kapolresta Banda Aceh Kombes
Pol Drs Armensyah Thay melalui Kasat Reskrim AKP Defrianto SIK
menyebutkan pelaku bernama Dedi, semula ditangkap oleh Aparat Polsek
Ingin Jaya, Aceh Besar, pada Selasa (12/10) malam. “Dedi kini diamankan
di Polresta Banda Aceh. Sementara tiga pelaku lainnya itu masih dalam
pengejaran,” sebut Defrianto menjawab Prohaba, siang kemarin.(mir)
ABG Digilir Kawanan Lelaki Bejat di Gubuk Sawah
Editor: Tjatur Wisanggeni
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan