Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wilem Jonata
TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Asih, putra pertama almarhum Mbah Maridjan, sang juru kunci Gunung Merapi itu, hingga saat ini belum kembali bekerja seperti sedia kala sebagai staf administrasi perpustakaan Fakultas Mipa, di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.
Asih belum masuk kerja sejak Selasa (26/10/2010), lalu. Saat itu, letusan Gunung Merapi memuntahkan debu vulkanik dan awan panas yang meluluhlantakkan Dusun Kinahrejo. Kejadian tersebut mengakibatkan 39 warga tewas. Termasuk ayahnya, Mbah Maridjan.
"Pak Asih belum masuk kerja sejak terjadi letusan besar yang pertama, Selasa, minggu lalu. Tapi, melihat keadaannya pak Asih, pihak kampus cukup mengerti kok. Pak Asih masih berduka. Mungkin, dia juga bantu-bantu warga dusunnya di pengungsian," kata Sumarmo, Staf laboratorium UII, Selasa, (03/11/2010), saat ditemui di kampus tersebut.
Untuk sementara ini, lanjut Sumarmo, posisi pak Asih belum ada yang menggantikan. Namun, diakuinya, hal itu tidak menggangu ritme pelayanan mahasiswa di perpustakaan Fakultas Mipa. Saat ini, prosesing soal dan lembar jawaban untuk ujian tengah semester masih bisa diatasi oleh orang lain.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebagai putra pertama, Asih menggantikan posisi Mbah Maridjan dalam rapat yang diadakan di kraton. Mbah Maridjan tidak bisa hadir karena kesehatannya memburuk. Ia melakukanya selama dua tahun terakhir, sebelum ayahnya itu meninggal akibat terjangan awan panas yang dimuntahkan Gunung Merapi.
Anak Mbah Maridjan kok Belum Kerja Ya?
Editor: Kisdiantoro
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan