Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Sejak Gunung Merapi meletus pertama 26 Oktober
hingga kini 11 November 2010, sudah menewaskan 194 orang dan 360557 mengungsi di DIY dan Jateng.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Nasional penanggulangan Bencana
(BNPB) hari ini dapat dirinci bahwa korban meninggal terbanyak di Kabupaten
Sleman Yogyakarta dengan jumlah 163 orang. Orang yang meninggal di Sleman
diakibatkan luka bakar akibat awan panas atau wedhus gembel sebanyak 141 orang
dan non luka bakar 22 orang.
Sementara di Jawa Tengah lima warga Klaten meninggal akibat luka bakar dan sebanyak 26 lainnya meninggal akibat non luka bakar.Selain itu, saat ini, 498 orang menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit baik di Jawa Tengah maupun Yogyakarta. Sedangkan 370.028 pengungsi tersebar di 687 titik pengungsian.
Berdasarlan laporan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga sore ini, hasil pengamatan visual menjelaskan suara gemuruh terdengar dengan intensitas lemah dan hujan abu dengan intensitas ringan-lebat teramati di sektor Barat Daya hingga Barat Laut.
Asap terlihat dengan tinggi 800 meter dari puncak Gunung Merapi condong ke arah Barat hingga Barat Laut.Teramati guguran ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur 1 km pada pukul 10.35 WIB.
Dari CCTV yang dipasang di Deles, teramati awanpanas dengan jarak luncur 3 km ke arah Kali Gendol pada pukul 05.20 WIB. Teramati kolom asap berwarna putih kecoklatan bertekanan kuat. (*)
Baca tanpa iklan