Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wilem Jonata
TRIBUNNEWS.COM-YOGYAKARTA -- Seratus celengan ukuran raksasa yang dilukis oleh seratus perupa dari Yogyakarta
itu telah dipajang di dua sisi Jalan Senopati, Yogyakarta, tepat di
depan Museum Serangan Oemoem 1 Maret 1949 dan Kantor Pos Besar.
Istri
Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas turut berpartisipasi menyisihkan uangnya ke dalam celengan itu.
Kehadiran seratus celengan itu, tak pelak menarik warga yang kebetulan
melintas di dua sisi Jalan Senopati. Sejumlah wisatawan asing juga
tampak penasaran untuk mengetahui makna di balik kehadiran celengan
raksasa yang permukaannya terdapat lukisan unik ditingkahi kalimat
menggelitik hasil karya para seniman dari Yogyakarta itu.
Celengan-celengan itu memang sengaja ditempatkan di dua sisi jalan
tersebut untuk menggalang dana dari masyarakat Yogyakarta, terkait
bencana letusan Merapi.
Acara itu diprakarsai Masyarakat Anti Korupsi, Komunitas Seniman Yogya,
dan didukung penuh oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah
celengan tersebut di pasang dan dana berhasil dikumpul, rencananya akan
dipecahkan 15 Desember 2010 mendatang. Seluruh hasilnya diserahkan ke
PMI untuk disalurkan kepada para korban Merapi.
Masyarakat Yogyakarta diharapkan kembali melakukan aksi solidaritas
dengan memasukkan dengan uang ke celengan raksasa yang terpasang di
titik nol itu.
"Mau seratus rupiah, seribu rupiah atau berapapun
silakan. Bukan dilihat dari jumlahnya, namun rasa solidaritas yang
dipentingkan," tutur Herman Abdurrahman, Direktur Anti Corruption
Student Community. (*)
Baca tanpa iklan