Laporan Wartawan Tribun Jogja, Wilem Jonata
TRIBUNNEWS.COM-YOGYAKARTA - Masyarakat diharapkan untuk tidak melakukan aktivitas apapun termasuk berwisata di atas debris atau material vulkanik di sungai sekitar Gunung Merapi.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, Jumat, (19/11/2010), di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi.
Pasalnya, debris atau material vulkanik yang berupa pasir di sekitar sungai yang berada di zona berbahaya pada kedalaman 20 sentimeter, panasnya masih di atas 100 derajat celsius.
"Di ujung lidah pasir itu kedalaman 20 sentimeter panasnya lebih dari 100 derajat celcius. Itu artinya makin ke dalam, makin panas lagi. Saya sudah sampaikan kepada Satgas TNI/Polri untuk melarang wisatawan yang datang ke sana," katanya.
Oleh sebab itu, demi keselamatan bersama, Pemerintah dan aparat TNI/Polri agar mencegah masyarakat datang untuk berwisata melihat-lihat atau berfoto di atas tumpukan material bekas aliran lahar merapi.
Menurutnya, masyarakat dari luar dikhawatirkan tidak mengerti apa-apa dan kurang informasi cukup dari kepala desa, camat, bupati, dan aparat yang lain yang tidak mengerti peristiwa yang sebenarnya terjadi.
Hati-hati! Pasir di Kedalaman 20 Cm Panasnya Masih 100 Derajat
Editor: Kisdiantoro
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan