News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Enam RT Diisolasi karena Flu Burung

Editor: Juang Naibaho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Samir Paturusi

TRIBUNNEWS.COM, PENAJAM -
Kasus flu burung terus meluas di Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Bila sebelumnya 21 ekor ayam positif terkena penyakit H5N1 di RT 21, Desa Girimukti, kini giliran ayam yang mati secara mendadak di RT 15 Kelurahan Petung.

Untuk mengantisipasi penularan penyakit ini, Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kelautan (DP3K) PPU pada Kamis (25/11/2010), langsung memusnahkan 248 ekor ayam milik Saiful dengan cara dibakar. Pemusnahan ayam ini dilakukan karena sehari sebelumnya 50 ekor ayam Saiful mati secara mendadak.

Selain ayam, DP3K juga memusnahkan 146 butir telur ayam kampung. Selain ayam Saiful, ayam milik Manang sebanyak 15 ekor juga mati mendadak sehari sebelumnya. Namun ayam tersebut sudah dikubur pemiliknya. Selain di RT 21, ayam  milik Harlit di RT 20, Kelurahan Petung juga  mati 8 ekor. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, kematian ayam itu bukan disebabkan flu burung.

Pemilik ayam, Bu Saiful mengaku, ayamnya mulai mati mendadak pada, Selasa (23/11) lalu. Namun pada saat itu ia tidak yakin bila ayamnya itu mati karena flu burung. "Saya baca dibuku cirri-ciri penyakit flu burung terhadap ayam. Tapi ciri-ciri itu tidak ada pada ayam yang mati. Tapi dari pada nanti ini menjadi masalah, makanya saya langsung meminta Dinas Peternakan untuk melakukan pemeriksaan," katanya.

Ia mengaku usaha penernakan ayam sudah dilakoni 2 tahun terakhir ini. Namun baru kali pertama ini ayamnya mati secara mendadak. Ia berharap agar ayamnya yang dimusnahkan bisa mendapatkan kompensasi dari DP3K.

Kepala DP3K Manahara Simanjuntak yang turun ke lapangan mengatakan, upaya yang dilakukan agar penyakit ini tidak menyebar dengan cara memusnahkan. "Tapi sudah kami musnahkan ayam milik pak Saiful dengan cara dibakar. Pemusnahan ini dilakukan karena beberapa ayam sudah diperika  terbukti flu burung," ujarnya.

Manahara mengaku, penyebab merebaknya penyakit flu burung di Penajam ini karena ada beberapa pengepul atau pedagang ayam dari Balikpapan. Dimana ayam dari Balikpapan dijual kembali di Penajam. "Kami akan meminta kepada para pedagang Balikpapan agar tidak membawa sementara ayam ke Penajam," ucapnya.

Sementara untuk mengantisipasi merebaknya masuk ini di Petung, Manahara mengatakan, enam RT di sekitar RT 15 akan diisolasi. Isolasi ini dilakukan untuk mencegah masuk dan keluarnya ayam. Bukan hanya itu, pihaknya juga mengharapkan agar para pemilik ayam di enam RT masing-masing 4,5,6, 14,15 dan 16 untuk memusnahkan ayamnya secara sukarela.

Lurah Petung, Pang Irawan menyatakan, Jumat (26/11) hari ini akan melakukan sosialisasi kepada warga tentang penyakit flu burung yang sudah merebak di Petung. Sosialisasi ini sekaligus untuk meminta warga agar memusnahkan ayam mereka. "Tadi sudah ada beberapa warga yang mau memusnahkan ayamnya," katanya.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini