Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hanan Wiyoko dan Edi Cahyono
TRIBUNNEWS.COM, JOGJA - Selain memutus akses jalan utama Magelang-Yogyakarta, banjir lahar dingin Gunung Merapi, Rabu (8/12/2010) petang juga mengakibatkan perekonomian warga lumpuh. Seluruh kios di pasar tradisional Desa Jumoyo tertimbun lumpur dan pasir setebal sekitar satu meter.
"Mereka pasti merugi karena tak sempat memindahkan barang dagangannya. Bahkan, barang dagangan milik pedagang terhanyut hingga seratusan meter," kata Kepala Dusun Gempol, Desa Jumoyo, Sudiyanto kepada Tribun Jogja saat ditemui di depan pasar.
Malam ini, para pemilik kios dibantu warga melakukan bersih-bersih kios. Menggunakan sekop dan cangkul mereka bahu membahu membuang endapan lumpur dari aliran Kali Putih yang berada tepat di belakang pasar.
Selain mengubur pasar, luapan banjir lahar dingin juga menimbun beberapa rumah penduduk di sekitar sungai dan pusat jajanan khas serta koperasi.
Banjir lahar dingin tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Aliran lahar dingin dari Gunung Merapi tak dapat ditampung sungai yang berkelok menyerupai huruf S di belakang pasar. Akibatnya, sekitar 200 meter jalan utama Magelang-Yogyakarta tertimbun lumpu setebal sekitar 40 Centimeter.
"Banjir kali ini lebih besar dari Minggu lalu," ujar warga yang datang ke lokasi.
Hingga pukul 22.25 WIB, di lokasi masih dilakukan pembersihan jalan dari endapan lumpur dan bebatuan. Untuk sementara jalan tersebut ditutup hingga proses pembersihan selesai dilakukan.(*)
Pasar Jumoyo Terkubur Lahar Dingin
Editor: Juang Naibaho
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan