Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hari Susmayanti
TRIBUNNEWS.COM, WONOSARI - Almarhum Gito Tinoyo (65), sedang membangun dapur rumahnya saat menjadi korban longsor di Mundon, Ngawen, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jenazah petani tersebut ditemukan tewas tertimbun tanah longsor, Senin (3/1/2011) pagi.
Menurut korban selamat, Sirngadi (75), Minggu (2/1/2011) sekitar pukul 14.30 Mbah Gito sempat mengambil pasir dari jalan di depan rumahnya untuk dipindah ke halaman. Pasir itu akan dipakai sebagai bahan bangunan membuat dapur.
"Saya melihat Mbah Gito menaikkan pasir ke halaman depan rumahnya, saat itu sedang gerimis. Saat itu mbah Gito sedang membuat dapur, materialnya sudah dibeli beberapa waktu lalu," katanya
Adapun istri Mbah Gito, Tugiyem, ketika itu selesai salat ashar, dan berada di rumah sebelah timur. Mbah Gito di rumah sebelah barat saat longsor terjadi, danĀ sang istri sempat berteriak-teriak meminta tolong.
"Tolong, tolong, tolong, saya sama si Mbah terjebak di rumah," ungkap Sirngadi, menirukan teriakan Tugiyem istri Mbah Gito.
Warga lain Mundon, Suharno (55), menuturkan, setelah longsor berhenti warga langsung mengevakuasi korban yang masih terjebak. Warga sempat mengevakuasi Sri Suwarni yang lumpuh ke tempat yang lebih aman.
"Warga langsung berupaya mengevakuasi korban namun oleh petugas SAR di suruh berhenti karena masih hujan dan berbahaya," katanya.
Minggu sekitar pukul 17.00 WIB, warga menghentikan evakuasi. Kemudian, Senin (3/1/2011) pagi tadi evakuasi dilakukan oleh Tim SAR gabungan dari Kabupaten Gunungkidul, Klaten dan Sukoharjo, Jawa Tengah. (*)
Mbah Gito Sedang Bangun Dapur Saat Ditimbun Longsor
Editor: Harismanto
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan