TRIBUNNEWS.COM - Kabupaten Gunung Kidul yang masuk Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan wilayah dengan kasus bunuh diri tertinggi di Indonesia. Kejadian seperti ini bahkan sudah menjadi hal yang biasa bagi para penduduknya.
Kasus bunuh diri masih menjadi sorotan masyarakat terutama di Jakarta. Namum hal ini berbeda dengan kondisi yang terjadi pada masyarakat Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta.
Bunuh diri seolah bukan hal aneh lagi yang butuh perhatian khusus jika terjadi di antara rekan atau kerabat mereka. Kabarnya pun akan cepat berlalu, jika dibanding kota-kota lainnya.
Menurut Direktur Bina Kesehatan Jiwa dr. Irmansyah, Sp.KJ, data terakhir dariĀ seorang psikiaterĀ Universitas Gajah Mada menyebutkan ada 37.000 kasus yang terjadi di Kabupaten Gunung Kidul. Rata-ratanya mencapai 32,4 per tahun, dari jumlah populasi 720,465 jiwa.
Sampai saat ini belum ada alasan pasti kenapa fenomena tersebut bisa terjadi. Tetapi muncul dugaan kalau faktor sosial budaya menjadi latar belakang terus meningkatnya kasus bunuh diri di Gunung Kidul.
"Disana ada budaya Pulung Gantung, dimana ada persepsi kalau kematian itu adalah sesuatuĀ yang wajar," lanjutnya.
Budaya inilah yang akhirnya membuat orang mudah menerima kematian. Selain faktor ekonomi yang cukup sulit di daerah ini.
"Untuk memahami latar belakang tingginya tingkat kematian akibat bunuh diri di Gunung Kidul, kini Litbangkes sudah menyusun proposal untuk mengadakan penelitian lanjutan supaya hasilnya lebih valid," ungkap dr. Irmansyah. (
Warga Gunung Kidul Hobi Bunuh Diri?
Editor: Anita K Wardhani
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan